expr:content='data:blog.title' itemprop='name'/>

November 21, 2019

Pasar Saham Indonesia Melemah: Perang Dagang US vs China, Demonstrasi di Hong Kong dan Brexit di Inggris

Beberapa waktu lalu sebuah berita media online memberitakan bahwa terdapat beberapa Reksa Dana Saham yang mengalami penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit secara year to date (YTD) lebih dari 40%. Penurunan NAB per unit dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: penurunan efek Saham dari Reksa Dana yang menjadi aset Reksa Dana dan penjualan (redemption) terhadap Reksa Dana secara signifikan.

October 11, 2019

Disrupsi dan Mobilisasi Zaman Sekarang

Beberapa waktu lalu ketika saya mengikuti kegiatan kantor, saya mendapatkan sebuah buku karangan dari Profesor Rhenald Kasali, seorang guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, yang berjudul “The Great Shifting: Series on Disruption”. Buku tersebut sangat menarik berisi tentang contoh dari perusahaan atau individu yang telah memberikan perubahan bagi masyarakat. Nah saya bersyukur pada tanggal 3 Oktober 2019 di Kementerian Keuangan, saya dapat bertemu dengan Rhenald Kasali secara langsung serta mendapatkan berbagai macam informasi dan pemahaman. Tulisan ini membahas tentang disrupsi bisnis dan mobilisasi massa yang disampaikan oleh Rhenald Kasali.

June 27, 2019

Meramu Portofolio Investasi Ala Fund Manager

Ketika saya lulus pendidikan sarjana, salah satu harapan saya adalah menjadi seorang fund manager yang mengelola dana investasi. Di keluarga besar saya belum ada seorangpun yang bekerja di manajer investasi, sebagian besar yang berkarir di industri keuangan bekerja di bank atau perusahaan asuransi. Keinginan saya muncul ketika saya mengunjungi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pertama kali. Waktu itu yang ada di dalam pikiran saya bahwa bekerja di industri pasar modal begitu menarik karena bisa bekerja sambil berinvestasi.

May 3, 2019

Gojek Bisnis Masa Kini: Tips Memulai Bisnis Start-Up

Dalam aktivitas saya berangkat menuju kantor dan kembali ke rumah, saya banyak menggunakan sarana tranportasi umum. Dari rumah saya menggunakan motor ke stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus untuk kemudian naik MRT sampai ke stasiun Bundaran HI. Setelah itu dilanjutkan dengan transportasi online by Gojek ride dan Grab ride mengarah ke kantor. Menggunakan MRT dapat menghemat banyak waktu terutama ketika kembali ke rumah yang memerlukan waktu sekitar 1 jam 15 menit dibandingkan dengan menggunakan mobil yang memerlukan waktu sekitar 2 jam 15 menit.

February 10, 2019

Wakil Manajer Investasi: Sang Pengelola Dana Investor

Peter Lynch dari Fidelity Investment adalah seorang legenda dan fenomena di dunia fund manager (Baca juga: Peter Lynch Fund Manager Terbaik: Tips Metode GARP). Lynch dikenal karena memiliki keahlian dan kemampuan di atas rata-rata sebab mampu mengelola dana investasi mencapai miliaran dollar dengan imbal hasil rata-rata sebesar 29% per tahun. Imbal hasil 29% per tahun bukanlah angka yang kecil, maka wajarlah jika ada wakil manajer investasi (WMI) yang menjadikan Lynch sebagai panutan dalam mengelola dana investor. Tulisan ini akan membahas tentang WMI (fund manager).

February 5, 2019

Film Orang Kaya Baru: Duit Kalau Sedikit Cukup Kalau Banyak Tidak Cukup (Hidup Sederhana)

Smart investor, beberapa waktu lalu saya menonton film karya anak bangsa yang patut dibanggakan berjudul “Orang Kaya Baru” di sinema layar lebar. Walaupun saya menyukai menonton film namun tidak semua film akan saya tonton, biasanya sebelum menonton saya akan melakukan “riset” kecil-kecilan untuk mengetahui cerita dan respon dari masyarakat yang telah menonton. Bagi saya menonton tidak hanya sekedar hiburan tapi juga menjadi sarana pendidikan sehingga penting untuk mengetahui pesan tersurat dan tersirat dalam suatu film.

January 29, 2019

Reksa Dana: Investasi Terjangkau, Aman dan Mudah

Smart investor, sekilas judul diatas terkesan provokatif dan bombastis yang dapat menggiring opini bahwa reksa dana adalah suatu investasi tanpa cacat. Tapi apakah memang reksa dana seperti itu? Menggunakan bahasa anak zaman now: “Helloww please deh ahh zaman gini mana ada investasi yang terjangkau, aman dan mudah sekaligus, yang ada malah ketipu kaleee..” Mungkin pendapat seperti ini bisa dikatakan wajar di tengah maraknya orang yang terjerumus dalam investasi ilegal, alih-alih memperoleh untung yang ada malah buntung. Lalu kalau sudah buntung siapa yang harus menanggung.