Situs ini memiliki 3 bagian:

March 15, 2017

Warren Buffett dan Prinsip MENTAL

blog saham, investasi saham, blog reksa dana, valuasi saham, blog investasi, odith adikusuma
Warren Buffett
Kemampuan dan keberhasilan Warren Buffett dalam berinvestasi sudah memperoleh pengakuan banyak orang. Tidak heran banyak orang ingin menjadi seperti Mr. Buffett, memiliki kekayaan melimpah serta intuisi investasi yang tajam. Fakta menarik tentang Mr. Buffett adalah dia sudah melakukan investasi pada saat dia berumur 11 tahun. Umumnya di usia tersebut, kebanyakan orang seumurannya lebih memilih untuk bermain. Mr. Buffett telah mewarnai wajah investasi dunia dengan pendekatan value investing dan margin of safety yang dilakukannya. Walaupun tetap saja ada kemungkinan orang-orang berpendapat bahwa pendekatan investasi Mr. Buffett bukanlah pendekatan yang terbaik dan selalu berhasil, namun harus diakui bahwa Mr. Buffett adalah salah satu investor tersukses di abad 21.

Mr. Buffett dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1930, dimana saat itu sedang terjadi peristiwa Great Depression di Amerika Serikat. Saat itu harga saham-saham di bursa Wallstreet New York, Amerika Serikat turun tajam. Banyak perusahaan bangkrut, melakukan pemecatan pegawai dan terjadi krisis ekonomi. Hal ini turut membawa dampak ekonomis kepada ayah Mr. Buffett, Howard Buffett, yang bekerja sebagai broker (pedagang saham) dan keluarganya. Mungkin kondisi ini menjadi salah satu penyebab mengapa sejak kecil Mr. Buffett sudah tertarik dengan uang dan kekayaan dimana dia sudah mempunyai insting bisnis dengan berjualan dan mengantar koran. Apa yang menarik selain dari kesuksesan dan kecerdasan Mr. Buffett adalah kesederhanaan dan kerendahan hatinya dimana Mr. Buffett masih mengendarai sendiri mobilnya yang sudah lama dia gunakan untuk berpergian (bandingkan dengan pesepakbola Christiano Ronaldo yang baru menambah koleksi mobil mahal berharga miliaran Rupiah. Padahal kalau mau, Mr. Buffett sangat mampu untuk membeli klub sebesar Real Madrid. No hurt feeling buat Madridista).

Inilah hal yang menarik dari Mr. Buffett sebagai tokoh yang kita bahas saat ini, orang super kaya tapi tidak memposisikan kekayaan sebagai tujuan utama. Dari apa yang sering disampaikannya bahwa memperoleh kekayaan bagaikan sekedar hobi saja baginya. Bahkan Mr. Buffett dikenal sebagai filantropis yang berkomitmen secara reguler mendonasikan kekayaannya (dalam bentuk saham). Dan sepertinya inilah kekuatan utama yang perlu dimiliki oleh seorang investor sejati, yaitu MENTAL. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Mr. Buffett bahwa untuk menjadi investor sukses tidak harus memiliki kecerdasan kognitif yang tinggi, namun yang lebih diperlukan adalah kematangan emosi dan psikologis yang kuat. Hal-hal seperti ini menjadi faktor penting agar kita tidak didikte oleh orang lain dan juga oleh pasar, baik saat pasar bearish maupun bullish.

Sudah banyak buku di pasar yang membahas tentang biografi Mr. Buffett dan pendekatan Mr. Buffett dalam berinvestasi. Saya pun memiliki beberapa buku yang membahas tentang Buffett dan pendekatan investasinya. Namun menariknya sampai saat ini Mr. Buffett belum pernah menulis buku tentang investasi ataupun dirinya. Apa yang dia tulis secara rutin adalah annual report dari Berkhshire Hathaway, perusahaan investasi miliknya, untuk membahas tentang kinerja dan prospek perusahaan. Melalui tulisan ini, saya ingin menggaris bawahi beberapa prinsip investasi yang disarikan dari prinsip Mr. Buffett yang penting bagi setiap orang yang ingin berkecimpung dalam dunia investasi. (Beberapa orang mungkin menganggap bahwa prinsip yang satu tidak lebih hebat dari prinsip yang lain. Hal ini saya serahkan kepada pembaca karena tiap orang punya pendapatnya sendiri).

Prinsip-prinsip itu dibagi dalam prinsip MENTAL:
-Measurement: Seorang invesor penting untuk mengetahui seluk beluk perusahaan yang menjadi targetnya. Untuk itu perlu dilakukan analisa yang mendalam dan komprehensif sebelum melakukan kegiatan investasi. Ini sesuai saran yang disampaikan oleh Benjamin Graham, penulis buku The Intelligent Investor dan juga dosen Mr. Buffett di Columbia University: "Seorang investor handal akan menganalisa perusahaan secara komprehensif karena tindakan diluar kegiatan tersebut disebut berjudi." Ini penting karena masih ada pihak yang mengatakan bahwa investasi, terutama saham, seperti bermain judi. Selain itu juga ada pihak yang mengatakan investasi saham itu menakutkan. Dalam melakukan penilaian menyeluruh maka perlu dilakukan analisa fundamental dari perusahaan target ataupun dari kompetitornya dengan masa waktu minimal 5 tahun.

-Evaluation: Melakukan evaluasi sangatlah penting karena adakalanya kita tidak cermat dalam melakukan analisa ataupun bisa juga karena adanya faktor-faktor yang berubah dari kondisi eksternal ataupun internal perusahaan. Sebagai contoh perusahaan yang bergerak di bidang elektronik melakukan diversifikasi di luar bisnis intinya dengan membeli perusahaan pertambangan atau adanya sanksi embargo terhadap produk perusahaan. Dengan melakukan evaluasi kita juga terus meningkatkan kemampuan kita dalam memahami seluk beluk perusahaan. Mr. Buffett tidak segan-segan untuk melakukan divestasi jika perusahaan telah melenceng dari jalur bisnis utamanya. Saran saya lakukan evaluasi terhadap portofolio investasi secara rutin minimal 3 bulan sekali, kecuali ada kasus khusus bisa dilakukan lebih dari itu.

-No pain, No Gain: Motto ini mulai dikenal luas ketika Jane Fonda pada tahun 1982 memproduksi video-video aerobics. Pada video itu dia berusaha memotivasi pemirsa dengan mengucapkan “No pain, no gain”. Begitupun dengan Mr. Buffett , dia memulai semua dari bawah dengan kerja keras dan ketekunan, bahkan tiap hari dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca koran dan laporan keuangan perusahaan-perusahaan. Hindari untuk memiliki pemahaman ingin cepat berhasil lalu cepat kaya. Fokus utama investor bukanlah segera menjadi kaya, tapi menghindari dari kehilangan uang. Kehilangan bisa dilihat dari 2 perspektif yaitu kehilangan karena menderita kerugian ataupun karena kehilangan potensi keuntungan karena terlalu cepat menjual investasi kita.

-Take It: Adakalanya keputusan investasi yang kita buat akan dianggap remeh ataupun aneh oleh orang lain. Ketika perusahaan sedang dijauhi oleh orang, tetapi kita tetap percaya untuk berinvestasi di dalamnya terus tetapkan hati. Satu slogan yang sangat terkenal dari Mr. Buffett ialah: "Be fearful when others are gready and be gready when others are fearful". Inilah pelajaran investasi yang tidak bisa kita dapatkan di bangku sekolah, untuk itu kita harus mengalami sendiri secara langsung. Kadang mengalami kerugian juga penting untuk bisa menghargai suatu keuntungan. Sekali lagi kematangan emosi memegang peranan yang sangat penting dalam investasi.

-Liquidity: Prinsip terakhir adalah sebaiknya jangan investasikan seluruh uang dan berhutang untuk berinvestasi. Mr. Buffett adalah sedikit investor yang kurang tertarik untuk menggunakan hutang dalam berinvestasi. Kalaupun harus berhutang maka haruslah pinjaman yang memiliki bunga rendah dan jangka waktu yang panjang. Sebaiknya sisakan 30% dana untuk investment saving. Ingat kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, yang bisa kita lakukan hanya mengantisipasinya.

2 comments:

betari ayu said...

Sekedar tambahan bahwa Warren Buffet tidak sendiri dalam menjalankan dia bersama Charlie Munger

odith adikusuma said...

Benar mbak Ayu bahwa Warren Buffet menjalankan partnership Berkshire Hathaway bersaman Charlien Munger. Dalam hal ini posisi Warren Buffet sebagai Chairman/CEO sedangkan Charlie Munger sebagai Vice Chairman. Saat Munger masih remaja, dia bekerja di toko kakek dari Warren Buffet. Mereka terpaut usia 6 tahun lebih muda Buffet.