October 6, 2017

Investasi Dalam Membaca: 5 Penulis Investasi Indonesia Terbaik Dalam Menginspirasi

Semenjak kecil kita sudah diajarkan orang tua untuk gemar membaca karena dengan membaca kita sebenarnya sedang membuka jendela wawasan dunia. Dan melalui kedua mata kita dapat mengetahui banyak hal hanya dengan membaca, suatu kejadian yang bahkan kita tidak pernah ketahui dan bayangkan dengan membaca kita terinformasi bahkan termotivasi. Sejak kecil orang tua saya banyak membelikan buku dan juga mendorong saya untuk suka membaca, terutama tentang negara-negara di dunia, ilmu pengetahuan alam dan binatang-binatang. Sampai sekarang pun buku-buku itu masih tersimpan dengan baik, walaupun saya belum sempat untuk membaca semua buku tersebut namun buku-buku tetap dirawat agar bisa diwariskan. Kebutuhan akan buku juga menjadi penting bagi seorang pengajar, seperti ayah saya, yang memiliki ribuan judul buku. Buku menjadi suatu kebutuhan dan juga koleksi bagi beliau, sehingga walaupun ibunda sedikit komplain karena buku-buku tersebut bingung mau ditaruh dimana lagi, namun ibunda masih dapat memahami hobi ayahanda.

Winnetou dan Old Shatterhand
Ada seorang bernama Karl Friedrich May,  penulis asal Jerman  dilahirkan pada tanggal 25 Februari 1842, yang terkenal dengan kisah fiksinya. May begitu terinsipirasi dengan buku-buku tentang kondisi demografi dan geografi Amerika Serikat. Salah satu novel terbaik karya Karl May adalah trilogy Winnetou yang bercerita tentang seorang Indian suku Apache bernama Winnetou yang bersahabat dengan Old Shatterhand, seorang imigran asal Jerman di Amerika Serikat. Trilogy Winnetou terjual lebih dari ratusan juta kopi di seluruh dunia karena dapat menghadirkan suatu kisah persahabatan abadi yang menarik antara Winnetou dan Old Shatterhand. Di dalam novel tersebut digambarkan kondisi ketika suku Indian Apache yang menghadapi dilema terhadap pembangunan yang dilakukan oleh orang-orang kulit putih. Terjadi gesekan antara orang-orang Indian dan orang-orang kulit putih. Cerita novel tersebut begitu hidup seakan-akan pembaca turut hadir dalam cerita itu. Namun yang sangat menarik selain dari keberhasilan May mendeskripsikan cerita dan latar belakang dalam novel Winnetou yaitu May belum pernah sama sekali ke Amerika Serikat ketika dia menulis cerita itu. Fondasi May dalam membangun cerita dan latar belakang hanya berdasarkan buku-buku yang dibacanya. Selagi muda May tergolong sebagai seorang anak nakal yang sering melakukan kriminalitas, bahkan dia pun pernah di penjara. Namun itu semua tidak menghilangkan talentanya dalam bidang seni puisi dan musik. Titik balik kehidupannya terjadi ketika May bertemu dengan seorang Pastor Katolik bernama Johannes Kochta yang membantu dia keluar dari penjara dan kemudian mengarahkan jalan hidupnya ke arah yang lebih baik. Sejak saat itulah May mulai menulis novel sampai dia meninggal pada tahun 1912.

Dalam berbagai kesempatan, saya berusaha “memaksakan” diri untuk membaca, entah itu buku, koran, majalah, berita online, dll. Dan sesuai topik tulisan kali ini, saya juga menyukai untuk membaca buku-buku tentang investasi, manajemen keuangan dan bisnis. Setiap selesai membaca, saya selalu mendapatkan pengetahuan dan juga inspirasi. Sebenarnya saya sudah sejak lama ingin membuat tulisan, namun karena kesibukan dan juga hal-hal lain, tulisan itu hanya ada di awang-awang saja. Jika saat ini saya “memberanikan” diri untuk menulis beberapa penyebabnya adalah pertama: menulis akan membuat penulisnya untuk terus membaca dan juga terus melatih serta mengingat apa yang telah dibacanya, kedua: tulisan yang dibuat dapat menjadi inspirasi juga buat orang lain yang membacanya dan ketiga: memberikan sosialisasi dan edukasi tentang investasi dan dunia keuangan dimana ini menjadi salah satu tugas pekerjaan sayaSaat ini saya tidak memiliki banyak buku teks tentang investasi, bisnis dan keuangan, ya mungkin secara total jumlahnya tidak mencapai 100 judul buku. Dari beberapa buku tersebut ada buku-buku yang asli, namun juga ada yang aspal, mengingat zaman itu saya tidak selalu memiliki uang untuk membeli buku-buku teks. Buku-buku saya di rumah tersusun dalam rak buku dan di tempatkan dalam ruangan kerja saya. Walaupun saat ini sudah zaman digital dimana buku juga tersedia dalam bentuk e-book, namun memiliki buku berbentuk fisik tetap lebih menarik. Pengalaman saya di luar negeri mengajarkan saya pentingnya manfaat buku bagi masyarakat di sana. Saya pernah ke Alexandria, Mesir mengunjungi salah satu perpustakaan terbesar dan tertua di dunia pada zaman kuno. Disana terdapat jutaan judul buku yang dapatkita baca. Tempatnya cukup luas dan nyaman bagi orang yang memerlukan ruang dan keheningan dalam membaca. 

Pada tulisan ini saya ingin membagikan beberapa blog/tulisan di media online yang sering saya baca. Bahkan terkadang saya tidak hanya membaca sekali saja, namun bisa berkali-kali. Dengan membaca terus tulisan tentang investasi, bisnis dan keuangan kita mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu produk investasi. Bahkan hal baiknya mungkin tidak perlu sampai mengalami kerugian besar dahulu baru berhasil  dalam berinvestasi. Saya sangat mengapresiasi tulisan-tulisan dan kerja keras yang telah mereka lakukan terutama di sela-sela kesibukan mereka, masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu.

Berikut nama mereka:
-Lukas Setia Atmaja: Beliau adalah seorang akademisi di Universitas Prasetiya Mulya yang mengajar mata kuliah corporate finance dan investment. Pendidikan sarjana beliau diperoleh di Universitas Atma Jaya Jogjakarta, kemudian studi lanjut master di University of Wisconsin-Madison dan doktor di Monash University. Saat ini beliau juga seorang penulis buku handal yang karya-karyanya dapat diperoleh di toko buku.

-Budi Hikmat: Beliau adalah seorang fund manager yang bekerja di salah satu manajer investasi milik badan usaha milik negara di Indonesia. Pengalaman beliau dalam dunia pasar modal Indonesia sudah cukup panjang setidaknya dimulai dari tahun 1997. Beliau lulus sarjana dari Universitas Indonesia kemudian lanjut master di National University of Singapore. Budi Hikmat memiliki analisa dan riset atas perekonomian dan pasar modal yang kuat yang sering dibagikannya kepada umum.

-Budi Frensidy: Beliau adalah seorang dosen di fakultas ekonomi Universitas Indonesia, yang memiliki sudut pandang ekonomi dan investasi dalam bingkai matematika. Hampir sebagian besar tulisan beliau berkaitan dengan hitung-hitungan matematika yang tentunya terkait dengan investasi.

-Rudiyanto: Beliau juga adalah seorang fund manager yang memiliki analisa yang kuat dan dalam. Hal ini bisa dimaklumi karena sebelum bekerja di manajer investasi, Rudiyanto bekerja cukup lama sebagai seorang analis. Beliau sering menulis tentang reksa dana dan industri pengelolaan investasi. Rudiyanto menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Tarumanegara.

-Teguh Hidayat: Teguh sebelum menjadi seorang investor penuh waktu sempat bekerja di industri pasar modal. Saat ini beliau sering mengadakan seminar investasi di berbagai kota dan menerbitkan buletin prospek perusahaan terbuka yang menarik. Hal ini sesuai dengan visinya untuk menjadi seorang Indonesia value investor yang menerapkan prinsip-prinsip investasi Warren Buffet dan menyebarkan virus tersebut. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Padjajaran.

Kelima tulisan tentang investasi dari orang-orang tersebut di atas sampai saat ini masih menghiasi media online tanah air. Tanpa berusaha mengecilkan kontribusi penulis-penulis lain di luar sana yang juga berbobot, harapan saya teruslah berkarya untuk menciptakan tulisan yang membangun dan mencerahkan pasar modal Indonesia. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal investasi pasar modal ataupun skeptis dan takut. Sebagai penulis pemula, saya berharap akan terus muncul karya-karya luar biasa dari pemikiran orang Indonesia. Jika anda tertarik untuk menjadi seorang yang berkecimpung dalam dunia investasi pengelolaan dana, tidak ada salahnya selain banyak membaca dan mengikuti seminar/training, juga mengikuti ujian Wakil Manajer Investasi. Kalau anda tidak memiliki latar belakang ekonomi/investasi tidak usah kuatir, ada lembaga-lembaga yang menyediakan pelatihan untuk ujian Wakil Manajer Investasi (Baca: Wakil Manajer Investasi: Sang Pengelola Dana Investor)

Tingkat literasi di Indonesia dikaterogikan masih rendah dengan posisi 60 dari 61 negara yang diranking pada tahun 2017 oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Indonesia masih lebih baik dari Botswana yang berada di posisi 61. Data ini jelas menunjukkan bahwa tingginya minat baca di Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura dan Malaysia. Dilansir dari data penelitian yang dilakukan United Nations Development Programme (UNDP), tingkat pendidikan berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 14,6%. Persentase ini jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai angka 28% dan Singapura yang mencapai angka 33%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Pertama, belum ada kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini. Role model anak di keluarga adalah orang tua dan anak-anak biasanya mengikuti kebiasaan orang tua. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengajarkan kebiasaan membaca menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan literasi anak.

Baru saja saya membaca tentang pemenang Nobel Ekonomi tahun 2016 yang membahas tentang contract theory. Oliver Hart mendapatkan Nobel Ekonomi tahun 2016 setelah melakukan riset panjang dan membaca ratusan teks. Pada akhirnya kerja keras dia diakui oleh panitia Nobel yang menganggapnya layak mendapatkan Nobel Ekonomi pada saat dia berusia 68 tahun. Semoga suatu saat nanti akan lahir juga orang Indonesia yang memenangkan hadiah Nobel. Tentu hal ini akan sangat membanggakan kita semua. Amin.

2 comments:

  1. Pak... bisa dikupas tuntas dalam blog ini Trading Quotes oleh Alexander Elder

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya Alexander Elder adalah keturunan Rusia yang memiliki background kedokteran/psikiatris dan saat ini menjadi seorang trader forex, derivatif dll.

      Justru karena kemampuan psikiatri yang membuat mampu mengelola emosinya dengan baik dalam melakukan trading di segala kondisi pasar. Demikian yang bisa saya sampaikan.

      Delete