November 19, 2017

Tax Amnesty: Siklus Bisnis Dana Tax Amnesty

Amnesti pajak (tax amnesty) adalah program pengampunan pajak yang diberikan pemerintah kepada wajib pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam surat pemberitahuan tahunan (SPT) dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Pengampunan pajak menjadi salah satu kebijakan fiskal terpenting di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terjadi shortfall pajak. 

Program pengampunan pajak berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 dimana hasil yang didapatkan yaitu: deklarasi harta dalam negeri sebesar Rp.3.676 triliun dan deklarasi harta luar negeri sebesar Rp.1.031 triliun. Sementara jumlah dana dari luar negeri yang masuk ke Indonesia (repatriasi) sebesar Rp.147 triliun dan uang tebusan sebesar Rp.114 triliun. Adapun hasil yang didapat di atas meleset dari target yang telah ditetapkan yaitu: dana repatriasi sebesar Rp.1.000 triliun dan uang tebusan sebesar Rp.165 triliun. Karena dirasa program pengampunan pajak belum berjalan maksimal, Kementerian Keuangan baru-baru ini mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang merevisi PMK No.118 tahun 2016 tentang Pelaksanaan UU No. 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Revisi PMK No.118 tahun 2016 mengatur dibukanya kembali pelaporan harta dalam pengampunan pajak agar para wajib pajak yang belum memanfaatkan program pengampunan pajak periode akhir pelaporan tanggal 31 Maret 2017, saat ini dapat mendaftarkan dirinya/menyelesaikan kewajibannya lagi.

Salah satu tujuan pengampunan pajak adalah menarik dana wajib pajak Indonesia yang berada di luar negeri agar dapat ditempatkan di Indonesia. Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, dana wajib pajak Indonesia yang ada di luar negeri mencapai Rp.3.000 triliun lebih. Tentu ini adalah jumlah yang sangat besar yang bisa digunakan untuk melakukan investasi di Indonesia. Beberapa penyebab wajib pajak menaruh dananya di luar negeri adalah penghindaran pajak, tidak confident dengan lembaga perpajakan, adanya peraturan-peraturan yang dianggap tidak fair, dll. Namun apapun alasannya, di sisi wajib pajak tetap harus membayar kewajiban pajaknya dan di sisi pemerintah kebijakan ini menyiratkan adanya reformasi perpajakan yang substansial. Yang menjadi objek pengampunan pajak adalah pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai/pajak penjualan atas barang mewah sampai dengan akhir tahun pajak 2015. Adapun yang menjadi subjek pengampunan pajak adalah setiap wajib pajak baik itu orang pribadi dan badan, yang tidak sedang dalam: 
  • Penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan; 
  • Proses peradilan; 
  • Menjalani hukuman pidana atas tindak pidana bidang perpajakan.
Dalam hal dana pengampunan pajak, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebagai lembaga yang bertugas mengatur sektor jasa keuangan di Indonesia, bekerjasama dalam mempersiapkan dana repatriasi wajib pajak yang ikut dalam pengampunan pajak. BI menyiapkan peraturan terkait lalu lintas transfer dana dan sistem pembayaran, OJK menyiapkan peraturan terkait produk/institusi keuangan yang mengelola dana pengampunan pajak sedangkan Kemenkeu menunjuk bank persepsi dan gateway untuk menampung dana repatriasi tersebut. Bank persepsi adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan, selaku bendahara umum negara, untuk menjadi mitra Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam menerima setoran penerimaan negara bukan dalam rangka impor dan ekspor. Atas jasa pelayanan tersebut, bank persepsi memperoleh imbalan dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 
Daftar Bank Persepsi

Dana yang diterima oleh bank persepsi di atas kemudian disalurkan kepada gateway yang terdiri dari bank, perusahaan manajer investasi dan perusahaan perantara pedagang efek. Dana repatriasi dari wajib pajak ditempatkan minimal 3 tahun yang nantinya oleh gateway akan dikelola/diinvestasikan.


Daftar Gateway: Bank, Manajer Investasi dan Perantara Pedagang Efek:


Berikut instrumen-instrumen yang disediakan oleh OJK dalam menampung dana repatriasi pajak:
1. Trust: Kegiatan penitipan dengan pengelolaan atas harta milik penitip harta trust berdasarkan perjanjian tertulis antara bank sebagai penerima dan pengelola harta trust dengan penitipan harta trust untuk kepentingan penerima manfaat.

2.Negotiable Certificate of Deposit (NCD): Sertifikat deposito yang diterbitkan perbankan dengan tenor jangka pendek. Suatu bank yang memiliki LDR di atas 92 persen dan ingin menyalurkan kredit dapat mengeluarkan NCD.

3.Reksa Dana (Fund): Wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksa dana terdiri dari reksa dana konvensional dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Reksa dana konvensional terdiri dari: reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang dan reksa dana campuran. RDPT memiliki karakteristik yang berbeda dengan reksa dana konvensional. Pada RDPT yang menjadi pemodal adalah pemodal profesional yang memahami risiko investasi dan memiliki dana minimal Rp.5 miliar. Selanjutnya RDPT hanya dapat berinvestasi pada saham perusahaan tertutup atau surat utang yang ditawarkan tidak melalui penawaran umum. Jumlah reksa dana dan RDPT yang ada saat ini lebih dari 1.600 reksa dana konvesional dan 50 RDPT.

4.Kontrak Pengelolaan Dana (Discretionary Fund): Pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah secara individual yang dilakukan oleh manajer investasi kepada satu nasabah, baik itu nasabah perorangan atau institusi. Dalam hal kewenangan kontrak pengelolaan dana (KPD), manajer investasi diberikan wewenang penuh oleh nasabah untuk melakukan pengelolaan portofolio efek berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan manajer investasi. Jumlah KPD yang ada saat ini lebih dari 100 KPD.

5.Dana Investasi Real Estat (Real Estate Investment Trust): Investasi dengan menghimpuan dana dari pemodal untuk diinvestasikan pada aset real estat (tanah fisik dan bangunan di atasnya) dan aset yang berkaitan dengan real estat (efek yang diterbitkan oleh perusahaan real estat). Dana investasi real estat (DIRE) diperdagangkan di pasar modal melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini terdapat 4 DIRE yang telah diterbitkan.

6.Efek Beragun Aset Kontrak Investasi Kolektif: Efek sekuritisasi dengan aset dasar berupa aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu kredit, dll yang dikemas oleh manajer investasi untuk kemudian ditawarkan kepada pemodal sebagai investasi. Efek beragun aset (EBA) lazim diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki piutang jangka panjang yang tentunya tidak likuid. Dengan menjual piutang tersebut, perusahaan memiliki dana yang likuid yang dapat digunakan untuk pembiayaan lain. Saat ini terdapat 7 EBA yang telah diterbitkan.

7.Exchange Traded Fund: Portofolio efek ekuitas yang transaksinya dilakukan melalui mekanisme perdagangan di BEI. Dalam hal ini ETF serupa dengan DIRE namun berbeda dalam aset dasar yang dimilikinya. Exchange traded fund memerlukan adanya sponsor dealer partisipan untuk membentuk unit kreasi untuk ditawarkan kepada pemodal. Saat ini jumlah ETF yang terbit sekitar 12 ETF.

8.Saham: Surat berharga tanda bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang dimiliki oleh pemodal. Saat ini terdapat lebih dari 560 perusahaan terbuka yang tercatat di BEI.

9.Obligasi: Surat utang yang diterbitkan oleh emiten yang membutuhkan dana dari pemodal. Biasanya obligasi memberikan kupon setiap semester/kuartal.

Diharapkan para wajib pajak dapat memanfaatkan instrumen yang disediakan untuk menempatkan dana pengampunan pajaknya di Indonesia. Pajak memegang peranan penting dalam penyelenggaraan, pembangunan, pemeliharaaan dan penyediaan kesejahteraan masyarakat. Tanpa pajak negara tidak akan memiliki pendapatan.

No comments:

Post a Comment