January 22, 2018

7 Film Tentang Investasi, Bisnis dan Keuangan Layak Tonton: Rehat Dan Belajar

Dalam kehidupan, manusia perlu juga beristirahat. Adakalanya beristirahat diisi dengan melakukan hobi yang kita senangi. Dengan menjalankan hobi, maka sejenak kita membebaskan diri dari kepenatan. Salah satu hobi saya ketika sedang memiliki waktu adalah menonton film. Menonton film memberi banyak manfaat, seperti: memberi hiburan, mendapatkan pembelajaran bahkan bisa juga menunggu kemacetan yang terjadi di jalan.

Untungnya saat ini terdapat film-film yang memiliki tema tentang investasi, keuangan dan bisnis. Sejauh yang saya ketahui, film-film tersebut masih didominasi oleh film buatan Hollywood (Amerika Serikat) yang memiliki industri perfilman terdepan di dunia. Itu juga yang membuat saya berpikir bahwa secara tidak sadar dan tidak langsung, Amerika Serikat sedang membawa masyarakat dunia untuk bercermin dan melihat sebagaimana orang Amerika Serikat juga melihat dalam melakukan aktivitas di dunia keuangan, bisnis dan investasi. Terlepas dari itu semua, yang jelas film-film itu telah memberikan pemasukan yang besar bagi mereka.

7 film tema investasi, bisnis dan keuangan yang layak tonton:
1.Wallstreet (1987): Film ini bercerita tentang seorang yang bernama Bud Fox (Charlie Sheen) yang bekerja sebagai broker saham. Bud Fox adalah seorang pemuda yang mempunyai ambisi besar dalam meraih kekayaan di trading saham. Perjalanannya dalam industri saham membawanya bertemu dengan Gordon Gekko (Michael Douglas), seorang legenda yang telah sukses, memiliki ambisi besar dan rakus. Filosofi Gekko adalah “Greed is Good” yang membuatnya berani untuk mengambil posisi bahkan cenderung menghalalkan segala cara. Suatu waktu Bud Fox bertemu dengan ayahnya Carl Fox (Martin Sheen). Saat itu Carl Fox memberi tahu Bud Fox bahwa Federal Aviation Authority (FAA adalah otoritas penerbangan di Amerika Serikat) telah membebaskan Bluestar Airlines atas tanggung jawab pada suatu insiden besar. Beberapa hari kemudian, Bud Fox mengunjungi Gordon Gekko dan memberinya rekomendasi saham dari beberapa perusahaan yang menjanjikan, namun Gekko tidak terkesan. Menyadari bahwa Gordon Gekko tidak tertarik berbisnis dengannya, Bud Fox memberinya informasi orang dalam (insider information) tentang Bluestar Airlines yang belum diumumkan oleh FAA. Gordon pun membeli saham Bluestar Airlines. Semua tampaknya berjalan dengan baik ketika Bud Fox berhasil membujuk Gekko untuk membeli Bluestar Airlines, tapi kemudian Bud Fox menyadari bahwa Gekko bermaksud menjual semua aset Bluestar Airlines yang membuat Carl Fox dan seluruh staf Bluestar Airlines menganggur. Bud Fox lalu membuat kegiatan untuk menggagalkan rencana Gekko. Dari titik ini dan seterusnya, Bud Fox memutuskan untuk menghancurkan rencana Gekko untuk mengambil alih Bluestar Airlines. Beberapa hari kemudian, Bud Fox dan pemimpin serikat secara pribadi bertemu dengan saingan Gekko, Lawrence Wildman (Terence Stamp), yang setuju untuk mengambil alih kepemilikan Bluestar Airlines. Kemudian Bud Fox mengajak rekan-rekannya untuk meyakinkan klien mereka untuk berinvestasi di Bluestar Airlines. Dengan menggunakan metode Gekko sendiri, dia membocorkan berita tentang pengambilalihan Gekko dari Bluestar Airlines yang menyebabkan harga sahamnya naik. Film ini diakhiri ketika Carl Fox dan Bud Fox pergi ke gedung pengadilan New York City dimana dia akan menghadapi konsekuensi untuk tuduhan perdagangan orang dalam dan penipuan.
-Sutradara: Oliver Stone
-Anggaran: $.15 juta
-Pemasukan: $.44 juta
-Durasi: 126 menit

2.Rogue Trader (1999): Rogue Trader merupakan kisah nyata dari Nick Leeson (Ewan McGregor), karyawan Barings Bank cabang Singapura sebagai general manager trading floor di bursa Singapore Money Exchange (SIMEX). Nick Leeson mulai bergabung di Barings Bank pada tahun 1989. Tugas Leeson adalah mengeksploitasi kesempatan-kesempatan yang hanya bersifat arbitrase dan berisiko rendah yang dapat meningkatkan perbedaan harga dari instrumen derivative ekuitas yang sama pada SIMEX dan Osaka Exchange (OSE). Dengan kapasitas Leeson sebagai general manager, dia dapat menyembunyikan kegiatan trading yang tidak diotorisasi selama satu tahun karena dia mengelola fungsi trading dan back office. Senior management di Barings Bank tidak mengetahui karena mereka umumnya berlatar-belakang bank komersial dan minim pengetahuan mengenai trading. Seharusnya senior management dapat mencium adanya risiko, karena Leeson mencatatkan keuntungan besar yang cenderung tidak wajar. Mereka tetap mempercayai bahwa Leeson memiliki posisi yang ”match” antara SIMEX dan OSE, sehingga dengan demikian risikonya menjadi rendah. Pada kenyataannya Leeson melakukan trading kontrak derivative pada kedua exchange tersebut yang saling berbeda jenis dan seringkali posisi-nya ’mismatch’. Akhirnya kerugian meningkat hingga lebih dari £.1,4 miliar dan Leeson, bersama dengan istrinya Lisa, memutuskan untuk meninggalkan Singapura dan melarikan diri ke Malaysia. Leeson tidak menyadari keparahan kerugiannya sampai dia membaca di surat kabar bahwa Barings telah bangkrut. Mereka kemudian memutuskan untuk kembali ke London namun Leeson ditangkap di Frankfurt. Leeson diekstradisi ke Singapura di mana dia dijatuhi hukuman enam setengah tahun di penjara (Baca: Barings Bank: Kasus Manajemen Risiko Perbankan).

-Sutradara: James Dearden
-Anggaran: $.13 juta
-Pemasukan: tidak diketahui
-Durasi: 101 menit

3.Wallstreet: Money Never Sleeps (2010): Film ini merupakan sekuel film Wallstreet (1987) dimana alur ceritanya melibatkan tokoh bernama Gordon Gekko (Michael Douglas) dan Jake Moore (Shia Lebouf). Singkat cerita setelah keluar dari penjara akibat kasus insider information dan penipuan yang dilakukannya, Gordon Gekko menjadi seorang penulis buku. Di sisi lain Jake Moore adalah seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan investasi dan sedang menjalin hubungan dengan anak Gekko yang bernama Winnie (Carrey Mulligan). Winnie dan Gekko cukup lama tidak berkomunikasi karena Winnie menganggap akibat Gekko masuk penjara, keluarga mereka berantakan sehingga kakaknya melakukan bunuh diri. Sementara saat itu juga, perusahaan tempat Moore bekerja sedang dalam kondisi sulit karena suatu kasus. Suatu waktu di televisi, Moore dan Winnie melihat tayangan promosi buku Gekko yang berjudul “Is Greed Good?”. Winnie tetap tidak mau berdamai dengan ayahnya, namun karena merasa peduli akan hubungan antara Winnie dan Gordon, suatu saat Moore pun mendatangi Gekko di sebuah acara. Disinilah titik balik Gekko untuk bisa bertemu kembali dengan Winnie sebab Gekko telah menyimpan dana di bank Swiss sebesar $.100 juta atas nama Winnie, Gekko membutuhkan Winnie untuk mencairkan dana tersebut. Dalam suatu kondisi, Gekko pun meminta Moore untuk membujuk Winnie agar bersedia pergi ke Swiss dan mencairkan dana tersebut. Moore lalu membujuk Winnie untuk bersedia mencairkan dana tersebut, karena Moore pun butuh dana untuk membiayai riset suatu perusahaan. Moore percaya bahwa riset perusahaan itu dapat menghasilkan keuntungan yang besar jika berhasil. Singkat cerita Winnie pun bersedia pergi ke Swiss bersama Moore untuk mencairkan dana tersebut lalu mentransfer kepada Gekko. Setelah mendapatkan dana tersebut, tiba-tiba Gekko menghilang sehingga Moore pun panik namun Moore berhasil melacak keberadaan Gekko. Moore mengancam jika Gekko tidak mengembalikan uang tersebut maka dia tidak akan pernah bertemu dengan Winnie dan cucunya. Gekko pun luluh. Akhir cerita, Gekko berbicara banyak dengan Winnie sehingga hubungan antara Gekko, Moore dan Winnie pun pulih.
-Sutradara: Oliver Stone
-Anggaran: $.70 juta
-Pemasukan: $.134 juta
-Durasi: 133 menit

4.Margin Call (2011): Film ini mengambil kisah nyata dari krisis subprime mortgage tahun 2008 dalam rentang waktu 24 jam terakhir sebelum dunia dilanda kepanikan. Tokoh utama film ini adalah Seth Bregman (Penn Badgley) dan Peter Sullivan (Zachary Quinto) yang bekerja di sebuah perusahaan investasi. Saat itu perusahaan mereka sedang mengalami kerugian akibatnya perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja atas sebagian karyawannya. Salah satu yang di PHK adalah Eric Dale (Stanley Tucci) namun sebelum pergi Dale memberikan Sullivan sebuah flashdisk berisi projek yang berkaitan dengan trading perusahaan. Sullivan lalu mempelajari flashdisk itu dan mendapatkan sebuah temuan yang segera dilaporkan kepada Sam Rogers (Kevin Spacey). Sepanjang malam petinggi perusahaan, yaitu: Jared Cohen (Simon Baker) sebagai kepala divisi, Sarah Robertson (Demi Moore) sebagai chief manajemen risiko dan John Tuld (Jeremy Iron) sebagai CEO mengadakan rapat. Cohen memiliki rencana untuk menjual aset yang berbahaya sebelum pasar menyadarinya. Dengan begitu setidaknya kerugian yang dimiliki perusahaan sedikit berkurang. Sementara itu, terungkap bahwa sebenarnya Robertson, Cohen dan Tuld mengetahui akan risiko yang akan muncul pada minggu-minggu yang mengarah kepada krisis. Tuld memaksa Robertson sebagai kambing hitam yang dapat dipersalahkan dan menyuruhnya untuk mengundurkan diri.
-Sutradara: J.C Chandor
-Anggaran: $.3,5 juta
-Pemasukan: $.20 juta
-Durasi: 109 menit

5.Limitless (2011): Film ini dibuat berdasarkan novel berjudul “The Dark Fields” karya Alan Glynn. Film ini tidak secara khusus membahas tentang aktivitas investasi dan keuangan. Tokoh dalam film ini adalah Eddie Morra (Bradley Cooper), seorang penulis buku paruh waktu. Morra mendapat kontrak menulis buku namun dia belum bisa menyelesaikannya sesuai tenggat waktu. Editornya mendesak dan mengancam Morra segera menyelesaikan bukunya, hal ini pun membuatnya kuatir. Di suatu waktu dia bertemu dengan saudara dari mantan istrinya yang bernama Vernon (Johnny Whitworth). Morra bercerita tentang situasi yang sedang dihadapinya dimana dia sedang ada masalah. Mendengar hal tersebut, Vernon memberikan sebuah obat bernama NZT 48 yang diklaimnya sebagai obat dasyat. Walaupun sedikit ragu, Morra menerima NZT 48 tersebut. Tak lama kemudian Morra meminum obat itu yang ternyata memberikan efek maksimal terhadap kerja otaknya. Akibatnya Morra berubah menjadi seorang yang jenius dan mengetahui banyak hal. Dia langsung mendapatkan inspirasi untuk meyelesaikan bukunya dalam waktu singkat. Tidak hanya kemampuan dalam verbal, obat itu juga memberikan kemampuan kalkulasi yang mumpuni. Namun sayangnya kemampuan obat itu memiliki jangka waktu terbatas dan menyebabkan efek samping bagi tubuh. Morra pun ingin mendapatkan lagi obat itu. Lalu Morra pergi ke apartemen Vernon, di sana dia mendapatkan bahwa Vernon sudah tidak bernyawa lagi. Kematian Vernon disebabkan sekelompok orang yang juga ingin menguasai obat NZT 48. Setelah mencari-cari Morra menemukan tempat dimana obat itu disembuyikan. Morra pun menggunakan obat itu untuk melakukan trading pada saham-saham perusahaan. Dengan selintas saja melihat laporan dan berita tentang perusahaan yang tercatat di bursa, Morra dapat mengetahui saham yang layak untuk dibeli. Namun Morra masih belum merasa puas dengan keuntungan yang diperoleh dari hasil trading yang dilakukan, untuk itu dia meminjam uang sebesar $.100.000 kepada Gennady, seorang mafia, agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi. Suatu waktu Morra kehilangan NZT 48, akibatnya kemampuan valuasinya hilang. Di sisi lain, Gennady terus mencari Morra untuk meminta uangnya. Namun Gennady juga mengetahui bahwa Morra memiliki obat ajaib dan ingin juga memilikinya. Singkatnya Morra menemukan obat itu dan membunuh Gennady serta teman-temannya yang ingin mendapatkan NZT 48.
-Sutradara: Neil Burger
-Anggaran: $.27 juta
-Pendapatan: $.161 juta
-Durasi: 105 menit

6.The Wolf of Wall Street (2013): Film ini didasarkan kepada kisah nyata seorang bernama Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio) berprofesi sebagai broker saham. Belfort merintis karirnya dari bawah dan terinsipirasi dengan manajer/pemilik perusahaan yang memiliki kekayaan berlimpah. Kemudian dia bertemu dengan Donnie Azoff (Jonah Hill) dan mereka sepakat untuk keluar dari pekerjaan mereka untuk mendirikan bisnis mereka sendiri. Perusahaan mereka terus menghasilkan keuntungan yang besar, setiap mencapai target mereka pun berpesta pora merayakan keberhasilan. Namun cara mereka melakukan kegiatan bisnis dilakukan secara ilegal dengan membuat isu-isu lalu melakukan transaksi atasnya. Lambat laun kejahatan mulai terungka dan perusahaan Jordan menjadi target operasi dari Patrick Denham (Kyle Chandler), seorang agen FBI. Untuk menghindari Denham, Belfort melakukan pencucian uang serta menyelundupkan uang mereka ke Swiss. Singkat cerita FBI dapat mengumpulkan bukti-bukti yang membuat Belfort ditangkap. Di pengadilan, Belfort dijatuhi hukuman penjara selama 36 bulan. Bagian akhir film menceritakan sebuah seminar di Auckland, New Zealand. Sang host, yang diperankan sendiri oleh Jordan Belfort, keluar dari kerumunan peserta seminar.
-Sutradara: Martin Scorsese
-Anggaran: $.100 juta
-Pemasukan: $.392 juta
-Durasi: 180 menit

7.The Big Short (2015): Film ini memiliki 4 tokoh utama dimana setiap tokoh memiliki cerita sendiri-sendiri. Jaret Vennet (Ryan Gosling) adalah seorang penjual obligasi, Michael Burry (Christian Bale) adalah manajer hedge fund, Mark Baum (Steve Carell) adalah manajer di FrontPoint Capital dan Ben Rickert (Brad Pitt) adalah seorang pensiunan investment banker dan seorang mentor. Film ini mengambil cerita tentang kisah nyata krisis keuangan tahun 2007-2008 yang disebabkan oleh ambruknya collaterized debt obligations (CDO), suatu produk derivatif dari kumpulan obligasi rating rendah (junk bond) yang dikemas menjadi satu lalu dijual. Akhir cerita Vennet memperoleh dana sebesar $.47 juta dari swap yang dilakukannya. Baum menjadi orang yang semakin matang dalam melakukan perdagangan. Burry menutup fund yang dimilikinya setelah adanya audit dari perpajakan Amerika Serikat dan mulai berinvestasi di bisnis air sedangkan Ricket kembali menjadi pensiunan.
-Sutradara: Adam McKay
-Anggaran: $.50 juta
-Pemasukan: $.133 juta
-Durasi: 130 menit

Penutup, melalui film-film tersebut kita tidak hanya mendapat hiburan dan pengetahuan, namun juga memperoleh pembelajaran paling penting. Kadang musuh utama kita bukanlah counterpart kita dalam trading, namun yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Hampir kebanyakan orang yang gagal dalam cerita diatas adalah mereka yang ambisius, rakus dan menghalalkan segala cara.

No comments:

Post a Comment