Situs ini memiliki 3 bagian:

January 15, 2018

Robert Kiyosaki dan Cashflow Kuadran: Tips Untuk Mendapatkan Penghasilan Pasif

Beberapa waktu lalu saya berjumpa dengan teman semasa studi sarjana, saat itu dia bersama dengan suaminya. Mereka adalah teman semasa kuliah yang akhirnya memutuskan juga menjadi teman hidup. Walaupun sejak kuliah saya sudah mengetahui bahwa mereka adalah teman dekat, namun saya tidak mengetahui bahwa akhirnya mereka menikah karena setelah lulus kami tidak pernah berkomunikasi. Yang tidak disangka dari pertemuan kami adalah kami sudah lama tidak pernah bertemu. Waktu terasa begitu cepat berlalu hingga tidak terasa sudah lebih dari 10 tahun telah terlewat.

Robert Kiyosaki
Setelah perbincangan yang panjang, singkat cerita mereka mengatakan bahwa mereka sudah tidak menjadi karyawan dan sekarang memiliki bisnis. Tak lama kemudian, mereka menggambar sebuah kuadran yang terdiri dari huruf E dan S di bagian kiri dan huruf B dan I di bagian kanan. Yang mereka gambar adalah cashflow kuadran penghasilan. Arti dari “E” adalah employee, “S” adalah self employed, “B” adalah business owner dan “I” adalah investor. Cashflow kuadran ini begitu fenomenal pada awal tahun 2000an karena seorang bernama Robert Kiyosaki sering menggunakan cashflow kuadran tersebut dalam buku dan presentasinya yang dilakukannya.

Robert Toru Kiyosaki adalah seorang investor, motivator dan penulis asal Amerika Serikat yang menghasilkan buku-buku best seller. Kiyosaki dilahirkan di Hilo, Hawai, Amerika Serikat pada tanggal 8 April 1947 dan merupakan orang Jepang-Amerika generasi keempat. Setelah lulus dari Hilo High School, dia mendaftar di akademi Marinir Amerika Serikat dan lulus pada tahun 1969. Setelah itu Kiyosaki bertugas di korps Marinir sebagai pilot helikopter tempur. Pada tahun itu, Amerika Serikat sedang dalam posisi berperang dengan Vietnam, hal ini menyebabkan Kiyosaki ditugaskan untuk turut bertempur dalam perang. Merasa tidak nyaman sebagai seorang tentara, Kiyosaki keluar dari dinas militer dan menjadi sipil pada tahun 1974 lalu bekerja di perusahaan fotokopi Xerox Corporation. Tahun 1977, dia mendirikan perusahaan pertamanya yang memasarkan “dompet peselancar”. Pada masa-masa awal perjalanan bisnisnya, Kiyosaki sering mendapat kegagalan sehingga usahanya nyaris bangkrut. Dari situ dia semakin menekuni bisnis dengan lebih intensif sehingga akhirnya bisnisnya dapat berkembang. Kiyosaki mendirikan sebuah lembaga pendidikan internasional di tahun 1985, yang mengajarkan bisnis dan investasi kepada orang-orang di seluruh dunia. Akhirnya pada tahun 1994, dia menjual bisnisnya dan pensiun pada usia 47 tahun.

Kiyosaki telah menerbitkan lebih dari 26 buku yang telah diterjemahkan ke dalam 51 bahasa. Buku-buku karyanya dikenal dengan seri buku “Rich Dad, Poor Dad” bertemakan tentang kecerdasan finansial seseorang yang digambarkan dalam dua pribadi, yaitu: ayah kandung Kiyosaki yang disebut sebagai “ayah miskin” dan ayah dari temannya yang disebut sebagai “ayah kaya”. Ayah kandung Kiyosaki adalah seorang pendidik berpendidikan tinggi yang senantiasa mengajarkan Kiyosaki untuk giat bersekolah supaya bisa mendapatkan nilai bagus sehingga mendapatkan pekerjaan yang baik yang dapat menjamin kehidupannya. Kondisi finansial ayah Kiyosaki tidaklah berarti miskin secara harafiah, karena yang dimaksud dengan ayah miskin adalah ayahnya menyarankan dia untuk menjadi pegawai yang hidupnya bergantung seumur hidup kepada orang lain. Intinya walaupun penghasilan seorang karyawan tinggi, tetaplah dia seorang yang hidup mengandalkan gaji. Sebaliknya ayah dari teman Kiyosaki yang disebut sebagai ayah kaya adalah seseorang yang tidak berpendidikan tinggi namun dia mengajarkan anaknya untuk berani mengambil risiko untuk membangun bisnis/investasi. Ayah kaya tidak menganjurkan untuk menjadi karyawan melainkan menjadi pelaku bisnis dan investor dengan demikian kondisi finansial tidak bergantung kepada kantor/pimpinan tempat bekerja.

sumber: wappanuri
Kiyosaki mengajarkan tentang cashflow kuadran yang menggambarkan 4 tipe manusia menghasilkan uang:
-Kuadran E (Employee): Dalam kuadran ini kita bisa ambil contoh adalah karyawan yang harus bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkan penghasilan. Mereka bekerja dan bergantung kepada pihak/orang lain. Orang dalam posisi ini orang menukarkan waktu dan tenaga mereka untuk mendapatkan penghasilan. Jika tidak bekerja maka tidak mendapatkan penghasilan. Dengan demikian mereka dikendalikan oleh rasa kuatir kehilangan pekerjaan/sumber pendapatan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang terus bertambah, mereka bekerja lebih giat.

-Kuadran S (Self Employed): Di sini adalah orang yang bekerja untuk diri mereka dan pekerjaan itu adalah milik mereka sendiri. Contohnya adalah artis, akuntan, dokter, pengacara, dll yang punya penghasilan namun penghasilannya belum dapat menghasilkan pemasukan yang cukup untuk membuat mereka bebas secara finansial. Mereka adalah orang-orang independen yang harus bekerja untuk memperoleh penghasilan mereka.

-Kuadran B (Business Owner): Pemilik bisnis adalah orang yang memiliki karyawan yang bekerja untuk mereka sehingga memperoleh uang. Pemilik bisnis umumnya memperkerjakan orang-orang pintar, terlatih dan berpendidikan tinggi yang akan memikirkan agar bisnis/perusahaan berkembang terus sehingga penghasilan mereka dapat bertambah juga. Dalam posisi ini pemilik bisnis sudah memperoleh penghasilan pasif sehingga mereka tidak perlu bekerja agar memperoleh penghasilan. Dan tentunya mereka sudah dalam posisi bebas secara finansial.

-Kuadran I (Investor): Investor adalah orang yang membuat uang bekerja untuk mereka. Mereka berinvestasi atas suatu bisnis yang dapat menghasilkan penghasilan bagi investor. Yang membedakan investor dengan pemilik bisnis adalah pemilik bisnis memiliki karyawan yang bekerja untuk mereka. Contoh seorang investor adalah investor saham, pemilik properti/real estat, pemilik emas, dll.

Setiap kuadran mewakili cara berpikir yang berbeda tentang uang dan keamanan finansial. Banyak yang mengira orang dalam kuadran kiri bisa dengan mudah menjadi orang dalam kuadran kanan. Kenyataannya tidaklah seperti itu. Jutaan karyawan dapat juga menjadi seorang investor, namun bisa saja mereka adalah investor semu. Artinya mereka tidak benar-benar menjadi seorang investor yang sejati yang keuntungan investasinya dapat untuk membuatnya menjadi bebas secara finansial. Salah satu penyebab banyaknya orang yang berada di kuadran kiri disebabkan sistem pendidikan kita yang umumnya mendidik orang untuk rajin/pintar/kreatif tetapi tidak dilatih untuk berani mengambil risiko. Itulah sebabnya kebanyakan orang yang berpendidikan tinggi kelak menjadi karyawan. Mengapa banyak orang tertarik untuk berada di kuadran E dan S karena di kuadran ini menjanjikan keamanan dan kemapanan. Seseorang dapat saja berada lebih dari 1 kuadran karena penghasilan yang mereka dapatkan.

Film Jerry Maguire adalah sebuah film komedi yang menceritakan kisah hubungan profesional dan pribadi antara seorang atlit football khas Amerika Serikat dengan agennya. Dalam hubungan profesional , keduanya sama-sama dalam posisi terjepit. Sang agen, diperankan oleh Tom Cruise, tidak memiliki klien lain sehingga dia pun berusaha memberikan segenap kemampuan untuk sang atlit. Sang atlit digambarkan sebagai atlit dengan tehnik rata-rata, sering mengalami cedera serta sedang memasuki periode akhir karirnya. Dan yang menyulitkan bagi si agen, sang atlet adalah orang yang sulit untuk diatur dan cenderung terlalu percaya diri. Di sinilah cerita menjadi menarik karena kedua orang ini memiliki pendekatan yang berbeda agar si atlit mendapatkan kontrak atlitnya. Melihat posisi ini, si atlet berada dalam kuadran E dan juga S. Si atlit berada di kuadran E karena dia mendapatkan gaji/kontrak yang jumlahnya sudah tertulis di dalam kontrak. Sejatinya dia tidak mungkin mendapatkan hasil lebih sedikit atau lebih banyak daripada apa yang tertera di dalam kontrak. Namun si atlit juga berada di kuadran S karena dia mendapatkan tambahan penghasilan dari iklan suatu produk yang dibintanginya. Namun ada contoh lain dimana atlit kuadran E dan S menjadi atlit kuadran B dan I. Salah satu contohnya adalah Michael Jordan (MJ), mantan atlit bola basket yang pernah menjadi atlit dengan pendapatan terbanyak dari kontrak dengan Chicago Bulls dan iklan produk Nike, Coca Cola, dll. Setelah pensiun pun MJ memiliki bisnis dan saham yang menjadikannya orang Afrika-Amerika ketiga terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan mencapai $1.31 miliar (versi Forbes tahun 2017).

Dalam kenyataan tidak mudah bagi orang-orang yang berada kuadran kiri berpindah ke kuadran kanan. Seringkali dengan dia memiliki bisnis atau sudah berinvestasi lalu merasa sudah berpindah ke kuadran kanan. Ingat untuk menjadi orang yang berada di kuadran kanan maka penghasilan yang didapatkan harus membuat dia dan keluarga bebas secara finansial. Kuadran kanan merupakan idaman bagi setiap orang, namun sayangnya jumlahnya tidak banyak. Berdasarkan Prinsip Pareto 80-20, hanya sekitar 20% orang menguasai penghasilan sebesar 80%. Dengan demikian menjadi 20% orang tersebut tidaklah mudah. Kiyosaki mengajarkan kecerdasan bisnis dan keuangan mendapatkan pendapatan pasif dimana uang yang bekerja untuk kita. Penghasilan pasif ini diperoleh dari bisnis dan investasi pada properti, saham, dll. Pentingnya untuk memiliki aset yang didefinisikan sebagai instrumen yang dapat menghasilkan penghasilan pasif (inflow). Sedangkan liabilitas sebagai instrumen menyebabkan kas kita berkurang. Contoh dari liabilitas adalah utang perumahan, utang kartu kredit, pinjaman studi dll. Faktor terakhir yang penting dan dapat menciptakan lompatan finansial adalah leveraging (daya ungkit). Daya ungkit dapat berupa pinjaman yang digunakan untuk membiayai aset sehingga dapat menghasilkan pendapatan. Di sini Kiyosaki menekankan pentingnya membangun aset kemudian dari penghasilan aset digunakan untuk membiayai liabilitas. Kiyosaki tidak menganjurkan menggunakan tabungan untuk mengembangkan aset.

Berikut tips bagi orang kuadran E dan S untuk mencapai kuadran B dan I:
-Membangun Aset: Mendirikan perusahaan sendiri menjadi cara paling sering dilakukan dalam membangun aset walaupun sulit karena harus mengembangkan sistem/sumber daya sendiri dari hulu sampai hilir. Dalam memilih aset yang akan dibangun, yang terbaik adalah aset yang dapat memberikan solusi atas suatu kebutuhan. Contoh: membuka toko, membuat perusahaan, membuat kontrakan, dll. Namun jika kita tidak memiliki keahlian/waktu kita dapat membeli aset yang dijual oleh pemiliknya. Pada posisi ini biasanya tidak perlu direpotkan oleh kendala karena sudah memiliki sistem, jaringan dan sumber daya. Pekerjaan rumah bagi pembeli aset adalah melakukan evaluasi dan pembenahan atas unit yang menghambat bisnis. Namun demikian masalah utama membeli aset yang sudah eksis adalah tidak mengetahui riwayat bisnis secara utuh.

-Membeli Waralaba: Hal ini serupa dengan membeli bisnis, namun bedanya pebisnis waralaba tidak menjadi pemilik yang seutuhnya karena yang dibeli adalah hak untuk menggunakan sistem serta merk dari suatu produk. Dengan membeli waralaba maka pembeli waralaba (franchisee) akan mendapatkan dukungan dalam menjalankan bisnis.

-Bergabung Dengan Bisnis Jaringan: Bisnis jaringan adalah salah satu bisnis fenomenal karena memilik daya ungkit yang besar. Dengan membina beberapa mitra yang nantinya akan melakukan duplikasi, seseorang mampu mendapatkan penghasilan yang besar. Bisnis jaringan mengandalkan adanya kebersamaan dan motivasi yang kuat sehingga mampu mendorong mitra-mitra dalam jaringan untuk bergerak. Tentunya bisnis jaringan lebih cocok dipakai pada negara yang memiliki jumlah penduduk besar. Indonesia pun menjadi pasar produk/jasa jaringan yang empuk karena memiliki jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa dengan penduduk usia produktif sekitar 200 juta jiwa.

-Berinvestasi di Saham: Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas perusahaan. Dengan melakukan investasi saham perusahaan, sama seperti kita sedang membeli perusahaan tersebut. Saat ini sudah banyak bukti bahwa saham dapat dijadikan sumber penghasilan untuk bebas secara finansial. Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 580 saham yang dapat dipilih untuk dijadikan portofolio. Namun demikian tidak berarti seluruh saham yang ada itu layak untuk investasi.

-Berinvestasi di Properti: Properti adalah kebutuhan yang dibutuhkan semua orang sehingga menjadi bisnis yang menarik. Kenaikannya per tahun bisa mencapai 5%-10%, namun jika properti berada di daerah strategis maka kenaikan bisa lebih dari itu. Saya beberapa waktu lalu mengunjungi sebuah kantor marketing properti di daerah Tangerang Selatan, saya terkejut bahwa harga rumah di sana rata-rata sudah di atas Rp.1,5 miliar padahal luas tanah kurang dari 100 meter persegi. Selain itu letaknya pun agak jauh dari pusat keramaian. Namun demikian bisnis properti juga memiliki risiko, bahkan pada tahun 2008 terjadi bubble properti di Amerika Serikat yang menyebabkan krisis keuangan di dunia.

-Tidak Melakukan Diversifikasi: Untuk orang yang sudah ahli dalam bisnis dan investasi, melakukan diversifikasi menyebabkan keuntungan/penghasilan menjadi tidak maksimal. Contoh: A dan B masing-masing memiliki uang sebesar Rp.100 juta. A memutuskan menggunakan semua uangnya untuk menjual es krim sedangkan B untuk menjual es krim dan bakso. Ketika musim panas tiba maka penghasilan yang diperoleh A secara logis akan lebih besar daripada penghasilan yang diperoleh oleh B karena A fokus untuk menjual es krim saja. Begitu juga dalam melakukan bisnis/investasi, kelebihan lainnya adalah tidak memerlukan waktu untuk mengevaluasi semua bisnis/investasi yang dimiliki.

Tentu tidak salah untuk menjadi seseorang yang berada di kuadran E dan S. Andaipun mereka berada di kuadran E dan S, maka sebaiknya juga menyiapkan proses ke kuadran B dan I juga. Kiyosaki tidak menyuruh orang untuk berhenti menjadi karyawan/artis/dokter. Di dunia ini terdapat orang-orang yang tidak cukup pintar dan ahli untuk mampu berada di kuadran E dan S. Intinya apapun pekerjaan/keahlian yang kita miliki, mendapatkan penghasilan pasif merupakan hal penting untuk mencapai kebebasan secara finansial.

No comments: