Situs ini memiliki 3 bagian:

January 4, 2018

Sertifikasi Profesi Keuangan dan Investasi Dunia: CFA, CAIA, FRM dan PRM

Dalam lingkup pekerjaan saya di kantor, saya acapkali bertemu dengan fund manager pengelola dana investasi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab mengelola dana para nasabahnya agar berkembang dengan baik. Saat ini industri pengelolaan investasi Indonesia telah cukup maju dengan munculnya produk-produk investasi yang sophisticated seperti: exchange traded fund (ETF), dana investasi real estat (DIRE), efek beragun aset (EBA), dll. Adanya produk-produk ini memberikan pilihan alternatif diversifikasi bagi investor yang advanced sehingga mereka dapat melakukan rebalancing portofolio investasi sesuai dengan karakter/kondisi yang ada. Diversifikasi tentunya diperlukan karena investasi yang dimiliki sebaiknya tidak diletakkan pada keranjang yang sama.

Usia industri pengelolaan investasi Indonesia sudah berusia lebih dari 22 tahun. Jika diibaratkan sebagai manusia, usia 22 tahun merupakan peralihan dari remaja menuju dewasa. Pada usia ini umumnya manusia lebih matang dalam berpikir dan berperilaku sehingga bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Hal serupa yang terjadi dengan para pelaku di industri pengelolaan investasi, institusional maupun perorangan. Mereka juga memiliki kemampuan dan pengetahuan yang terus bertambah. Mereka telah melalui masa pasang surut industri dengan demikian mereka ditempa semakin matang dan handal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bagaikan emas murni yang mahal harus melalui proses pembakaran sehingga menghasilkan emas yang bernilai. Namun demikian sedikit abstrak dan sulit untuk menilai kualitas fund manager sehingga dapat mengkategorikan seseorang sebagai fund manager kualitas tinggi atau bukan. Jika mengukur kualitas emas kita dapat menggunakan alat pengukur, namun mengukur kualitas fund manager tidak semudah itu. Katakanlah apakah fund manager dengan IQ sebesar 150 akan lebih berhasil dibandingkan dengan fund manager dengan IQ sebesar 120? Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia investasi khususnya industri pengelolaan dana investasi, memang memerlukan kemampuan kognitif dalam melakukan pengelolaan namun hal ini bukanlah faktor satu-satunya. Selain kemampuan hard-skill dan soft-skill yang baik, hal lain yang juga menunjang keberhasilan seorang fund manager adalah kesempatan, momentum dan tentunya adalah kondisi pasar.

Salah satu syarat untuk dapat menjadi fund manager yang mengelola dana nasabah, maka orang tersebut harus lulus ujian wakil manajer investasi dan mendapatkan izin untuk menjadi Wakil Manajer Investasi disingkat WMI (Baca juga: Wakil Manajer Investasi: Sang Pengelola Dana Investor). Jikalau ada seorang yang ahli dalam mengelola dana, namun belum memiliki izin WMI, hal ini kurang lebih dapat diibaratkan dengan orang yang mampu mengemudi mobil namun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Walaupun orang tersebut memiliki kemampuan mengemudi mobil Ferarri , namun karena belum memiliki SIM maka dia dilarang kepolisian untuk membawa mobilnya ke jalan raya. Dia dianggap belum memiliki keahlian dan pengetahuan mumpuni dalam mengendarai mobil dan memahami rambu-rambu lalu lintas sehingga dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Seorang fund manager sejatinya “hanya” perlu memiliki izin WMI dari Otoritas Jasa Keuangan dalam mengelola dana nasabah, namun untuk meningkatkan keahlian dan kemampuannya (bisa juga nilai jualnya) ada beberapa fund manager yang memiliki sertifikasi profesi keuangan dan investasi lain. Sertifikasi profesi tersebut ada yang diperoleh dari lembaga di dalam negeri ataupun di luar negeri. Umumnya orang yang hendak mengambil sertifikasi profesi harus menjalani proses studi sesuai dengan kurikulum lembaga tersebut. Hal ini penting karena keahlian dan pengetahuan kita akan dibuktikan dengan ujian yang secara total dapat berlangsung selama lebih dari 5 jam. Jika kita tidak benar-benar menguasai materi dari kurikulum maka tentunya akan mendapatkan hasil yang tidak maksimal.

Sertifikasi profesi investasi internasional yang banyak dimiliki oleh fund manager Indonesia:
1.Chartered Financial Analyst (CFA): CFA adalah sertifikasi profesi keuangan dan investasi tertua di dunia. Sertifikasi profesi ini dikeluarkan sejak tahun 1963 oleh CFA Institute yang berpusat di Virginia, Amerika Serikat. CFA adalah salah satu sertifikasi profesi keuangan dan investasi paling bergengsi di dunia, disebabkan tidak mudah ujian yang harus dijalani. Para kandidat perlu mengikuti 3 level ujian yang masing-masing ujian berlangsung selama 6 jam dimana tingkat kelulusan ujian CFA sekitar 35%-42%. Ujian CFA diadakan sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Saat ini terdapat sekitar 135.000 orang pemegang CFA di dunia, dimana WNI yang memiliki CFA jumlahnya kurang dari 500 orang. Ada kemiripan antara kurikulum dalam CFA dengan program MBA Finance sehingga banyak yang mengatakan bahwa CFA memiliki kompetisi langsung dengan MBA. Kurikulum yang ada dalam CFA mencakup tentang: etika, kuantitatif, ekonomi, corporate finance, laporan keuangan, security analysis dan portfolio management.

2.Charterd Alternative Investment Analyst (CAIA): CAIA adalah sertifikasi profesi investasi yang fokus pada pengelolaan dana non-konvensional, seperti hedge fund, private equity, dll. Sertifikasi CAIA dikeluarkan oleh Alternative Investment Management Association yang berpusat di Massachusetts, Amerika Serikat sejak tahun 2002. Level ujian CAIA mencakup 2 level ujian dimana ujian level 1 berlangsung selama 4 jam sedangkan ujian level 2 selama 2 jam dengan tingkat kelulusan ujian CAIA berkisar antara 53%-62%. Ujian sertifikasi CAIA diadakan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Maret. Saat ini anggota CAIA mencapai 9.000 orang di seluruh dunia. Adapun kurikulum yang ada dalam CAIA mencakup tentang: etik, real assets, hedge funds, private equity, structured products, commodities dan risk management.

3.Financial Risk Manager (FRM): FRM adalah sertifikasi profesi keuangan yang fokus pada pengelolaan risiko perusahaan/ investasi. Sertifikasi ini mulai diperkenalkan pada tahun 1997 oleh Global Association of Risk Professionals yang berkantor di New Jersey, Amerika Serikat. Ujian FRM terdiri dari 2 level yang diadakan tiap bulan Mei dan November. Ujian level 1 terdiri dari 100 soal pilihan gandam sedangkan level 2 adalah 80 soal pilihan ganda. Setiap level, kandidat diberikan waktu selama 4 jam untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Adapun tingkat kelulusan ujian FRM berkisar 42%-58%. Biaya pendaftaran ujian FRM sebesar $.400 dengan biaya ujian sebesar $.350-$.650. Untuk mendapatkan sertifikasi FRM, kandidat harus memiliki pengalaman minimal 2 tahun dalam bidang pengelolaan risiko. Saat ini anggota FRM mencapai 35.000 orang di seluruh dunia. Kurikulum yang ada dalam FRM mencakup tentang: kuantitatif, derivatives, value at risk, standar norma Basel.

4.Profesional Risk Manager (PRM): Sertifikasi PRM serupa dengan sertifikasi FRM yang fokus atas pengelolaan risiko perusahaan/investasi. PRM diterbitkan oleh Professional Risk Managers’ International Association yang berkantor di Minnesota, Amerika Serikat. Ujian PRM terdiri dari 4 level yang diadakan pada bulan Februari-Maret, Mei-Juni, Agustus-September, dan November-Desember. Ujian PRM adalah pilhan ganda yang terdiri dari level 1: 36 soal (2 jam), level 2: 24 soal (2 jam), level 3: 60 soal (3 jam) dan level 4: 24 soal (1 jam). Adapun tingkat kelulusan PRM berkisar 52%-75%. Biaya ujian FRM berkisar $.1.100-$.1.250. Saat ini anggota PRM telah mencapai 40.000 orang di seluruh dunia. Kurikulum yang ada dalam PRM mencakup tentang: kuantitatif, teori keuangan, manajemen risiko dan instrumen keuangan.

CFA vs CAIA vs FRM vs PRM
Pemegang sertifikasi profesi keuangan dan investasi yang ada di Indonesia, beberapa ada yang memiliki pendidikan formal manajemen, akuntansi dan tehnik. Selain itu yang penting sebelum mengambil ujian sertifikasi adalah kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Walaupun ujian CFA dan FRM sudah diselenggarakan di Indonesia, namun soal-soal ujian tetap dalam bahasa Inggris. Selain itu ujian sertifikasi tidak memerlukan TOEFL/IELTS, namun hasil TOEFL/IELTS di atas 550/6,5 sudah cukup mampu untuk bisa memahami soal ujian.

Untuk tetap menyandang sertifikasi tersebut tetap melekat, setiap anggota wajib membayar iuran tahunan yang nilainya berkisar $250-$400 per tahun. Persiapan untuk ujian bisa dilakukan secara otodidak, namun saat ini beberapa universitas/lembaga di Indonesia mengadakan kursus persiapan ujian, khususnya untuk ujian CFA dan FRM. Sekali lagi untuk menjadi fund manager pengelola dana Investasi di Indonesia hanya memerlukan izin WMI, namun tidak ada salahnya jika ingin memiliki sertifikasi profesi keuangan dan investasi lain. 

No comments: