February 12, 2018

Strategi Portofolio Investasi Saham: Belajar Dari Strategi Sepakbola

Sepakbola adalah olahraga yang paling digemari di seluruh dunia, penggemarnya dapat terdiri dari masyarakat biasa sampai pemimpin negara maupun anak-anak sampai orangtua. Dan ketika mereka sedang menonton sepakbola, muncul suatu atmosfir dukungan kepada tim yang dijagokan. Tiada sekat perbedaan di antara pendukung, seluruh energi tercurah mendukung tim yang dijagokan. Bahkan dapat saja mereka yang tadinya lawan menjadi kawan. Namun sepakbola dapat juga menciptakan kawan menjadi lawan seperti yang terjadi pada pra-piala dunia 1970 dimana negara Honduras dan El Salvador menurunkan militernya karena pertandingan sepak bola. Saat ini diperkirakan jumlah penggemar sepakbola setidaknya mencapai lebih dari 4 miliar orang di seluruh dunia. 

Fantasy Premier League 
Olahraga sepakbola mempertandingkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang. Saya teringat perkataan seorang teman yang tidak menyukai sepakbola berkata: “Sepakbola adalah olahraga yang aneh dimana 22 orang berebut untuk mendapatkan bola, namun setelah mendapatkan bola kemudian diberikan kepada orang lain.” Sepakbola tidak sekedar olahraga yang menonjolkan kemampuan individual dari seorang pemain yang menggunakan kaki, kepala dan badannya (kecuali kiper yang menggunakan tangan juga) namun juga kemampuan bekerjasama dengan rekan-rekannya. Sehebat-hebatnya Lionel Messi dan Christiano Ronaldo sebagai pemain sepakbola terbaik dalam membobol gawang lawan, mereka tetap membutuhkan rekan-rekan mereka yang berposisi sebagai kiper, pemain belakang ataupun pemain tengah. Tentu kita tidak bisa membayangkan ketika Barcelona FC melawan Real Madrid hanya diisi oleh peran Lionel Messi dan Christiano Ronaldo saja sedangkan yang lain tidak melakukan apa-apa. Sepakbola telah menjadi suatu industri maju di beberapa negara. Mereka mampu mengelola sepakbola secara profesional dari hulu sampai hilir sehingga dapat dijadikan suatu komoditas yang menjual. Dan tentunya disini ada perputaran uang yang nilainya besar. Saat ini saja, selalu ada rekor transfer pemain baru yang dipecahkan yang nilainya mencapai ratusan juta Dollar (triliunan Rupiah). Transfer pemain sepakbola termahal dunia saat ini dipegang oleh Neymar (Brasil) dengan nilai lebih dari $.200 juta yang pindah dari Barcelona FC ke Paris Saint German pada musim panas tahun 2017.

Saya menyukai sepakbola sebagai sebuah tontonan olahraga menarik. Tentunya sepakbola yang menarik akan dilihat dari kerjasama terstruktur para pemainnya dalam bertahan ataupun menyerang. Biasanya semakin banyak gol yang tercipta, apalagi kedua klub saling bergantian menciptakan gol maka pertandingan tersebut dianggap lebih seru. Sebaliknya klub yang hanya bertahan akan dilihat sebagai klub yang monoton. Jujur saya sudah tidak pernah menyaksikan sepakbola Indonesia secara langsung, ada sedikit traumatis dimana ketika kecil saya menyaksikan perkelahian antar pendukung. Dan itulah pekerjaan rumah dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan para stakeholder sepakbola agar Indonesia memiliki kompetisi sepakbola yang menarik dan aman. Sangat disayangkan jika negara kita yang memiliki penduduk terbesar keempat dunia dan sebagian besar adalah penggemar sepakbola, belum memiliki klub sepakbola Indonesia yang bisa diandalkan. Setidaknya untuk wilayah Asia Tenggara saja, klub sepakbola kita tidak selalu menjadi superior atas klub asal Thailand, Singapura dan Malaysia. Padahal negara-negara tersebut tidak memiliki jumlah penduduk sebesar Indonesia. Sepertinya Indonesia kalah cepat dalam mempersiapkan infrastruktur sepakbola yang baik untuk membangun sepakbola sebagai suatu industri.

Ada 2 klub sepakbola yang saya kagumi yaitu: Liverpool FC (Inggris) dan Barcelona FC (Spanyol). Kedua klub beda negara ini memiliki tradisi sepakbola yang kuat dengan prestasi yang berlimpah dimana mereka sama-sama pernah menjuarai liga Champion Eropa dan juara liga di negaranya masing-masing. Saat ini Liverpool FC dilatih oleh Juergen Klopp (Jerman) dan diperkuat oleh Mohamed Salah (Mesir), Roberto Firmino (Brasil), Sadio Mane (Senegal), Virgil van Dijk (Belanda), Jordan Henderson (Inggris), dll. Sementara Barcelona FC dilatih oleh Ernesto Valverde (Spanyol) dan diperkuat oleh Lionel Messi (Argentina), Luis Suarez (Uruguay), Philippe Coutinho (Brasil), Ousmane Dembele (Prancis), Andres Iniesta (Spanyol), dll. Walaupun kedua klub berbeda negara, namun persamaan keduanya adalah tidak segan mengeluarkan uang besar untuk mendapatkan pemain-pemain handal demi mendapatkan prestasi. Liverpool FC setidaknya baru saja merampungkan transfer  Virgil Van Dijk sebesar 
£.78 juta (Rp.1,3 triliun) pada Januari 2018 serta menjadikannya sebagai pemain belakang termahal dunia. Sedangkan Barcelona FC mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool FC di musim dingin 2018 dengan transfer sebesar €.160 juta (Rp.2,7 triliun) yang menjadikan Coutinho sebagai transfer pemain termahal Barcelona FC dan pemain termahal kedua dunia setelah Neymar. 

Inilah kalau sepakbola sudah dijadikan suatu industri, bahkan sang pemain pun sudah menjadi aset yang dapat diperjualbelikan. Bagi industri sepakbola lazimnya pemain sudah seperti investasi, dibeli dengan harga rendah untuk kemudian hari dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Klub sepakbola tidak hanya memperoleh pendapatan dari jual beli pemain tetapi juga dari sponsor, penjualan jersey (kaos pemain), penjualan tiket, hak siar, dll. Klub sepakbola pun juga sudah seperti perusahaan yang sahamnya diperjualbelikan baik itu secara privat atau di bursa saham. Hal inilah yang memungkinkan Erick Thohir, seorang pengusaha Indonesia pemilik Mahaka Grup, dapat menjadi pemilik klub Inter Milan dengan membeli saham dari Massimo Moratti senilai €.350 juta (Rp.5,3 triliun) pada tahun 2013 (namun kabarnya saat ini kepemilikan Inter Milan beralih kepada perusahaan asal China yang membeli hampir 70% saham dan menjadi pemegang saham mayoritas). Berikut daftar 10 klub sepakbola dengan kekayaan tertinggi di dunia (Deloitte):

  1. Manchester United (Inggris) sebesar €.676 juta 
  2. Real Madrid (Spanyol) sebesar €.674 juta 
  3. Barcelona FC (Spanyol) sebesar €.648 juta 
  4. Bayern Munich (Jerman) sebesar €.587 juta 
  5. Manchester City (Inggris) sebesar €.527 juta 
  6. Arsenal (Inggris) sebesar €.487 juta 
  7. Paris Saint Germain (Perancis) sebesar €.486 juta 
  8. Chelsea (Inggris) sebesar €.428 juta 
  9. Liverpool F (Inggris) sebesar €.424 juta 
  10. Juventus (Italia) sebesar €.405 juta 
Klub sepakbola asal Inggris mendominasi daftar 10 klub dengan kekayaan tertinggi di dunia dengan 5 klub diikuti: Spanyol (2), Jerman (1), Perancis (1) dan Italia (1). Hal ini bisa dilihat bahwa dalam beberapa tahun, liga Inggris telah bertransformasi secara signifikan dengan masuknya investor-investor dari luar Inggris yang menyuntikkan dana besar kepada klub. Salah satu penyebab adalah aturan sepakbola Inggris yang memperbolehkan investor asing untuk memiliki saham dengan besaran 50+1. Hal ini memungkinkan investor dengan dana besar dapat menjadi mayoritas (sedangkan di negara-negara Eropa lain, seperti: Jerman, Portugal, Belanda dan Perancis setahu saya masih memberi batasan kepemilikan saham oleh investor asing). Seperti Manchester United yang dimiliki oleh Malcolm Glazer pengusaha asal Amerika Serikat. Lalu ada Manchester City (Mansour bin Zayed Al Nahyan, Uni Emirat Arab), Arsenal (Stanley Kroenke, Amerika Serikat), Chelsea (Roman Abramovich, Rusia) dan Liverpool FC (John Henry, Amerika Serikat). Dengan dana yang besar mereka dapat mendatangkan pelatih dan pemain-pemain top dunia untuk bermain di klub mereka. Dan ini yang membedakan klub-klub asal Inggris dengan klub-klub dari negara lain. Klub-klub asal Inggris berani secara jor-joran mendatangkan pelatih dan pemain-pemain berharga mahal. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran mereka memberi warna dan kontribusi positif bagi kompetisi liga Primer Inggris sehingga terlihat lebih menarik. Setidaknya persaingan meraih juara liga Primer Inggris selama 10 tahun terakhir diperebutkan  secara ketat oleh 5 klub tersebut (bandingkan dengan Jerman yang hanya Bayern Muechen dan Borussia Dortmund atau Belanda yaitu Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven).

Pemilik klub sepakbola yang telah berinvestasi akan memimpin klub sebagai suatu entitas perusahaan bisnis yang berharap dapat memperoleh keuntungan dari investasinya. Maka dari itu pemilik klub membutuhkan tim manajemen yang berkualitas agar klub dapat meraih prestasi. Tim manajemen ini seperti dewan direksi dalam perusahaan yang bertugas menyusun rencana dan strategi. Pelatih pun termasuk dalam tim manajemen yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam menyusun pemain-pemain yang layak masuk dalam timnya. Pelatih akan memilih pemain sesuai dengan kriteria yang dimilikinya dan tentunya kriteria yang dimiliki akan memiliki kemampuan yang bervariasi. Walaupun pemain memiliki posisi yang sama tidak berarti memiliki tipe yang sama juga. Pemain-pemain berposisi sebagai pemain belakang tidak semua dapat menjadi bek sentral, namun ada juga yang berposisi sebagai bek sayap. Untuk usia, ada pelatih hanya ingin memiliki komposisi pemain-pemain muda namun ada juga pelatih yang ingin memiliki komposisi perpaduan antara pemain muda dan pemain berpengalaman. Dan tentunya banyak macam kriteria pemain yang dimiliki oleh pelatih.

Pada beberapa klub, pelatih yang diberikan peran besar dalam transfer pemain memiliki konsekuensi pemecatan bila gagal dalam meraih prestasi. Tidak heran klub sepakbola seperti Chelsea dan Real Madrid dapat berganti-ganti pelatih dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Karena bagi pemilik klub keberhasilan diukur dengan prestasi dalam memperoleh juara. Dan tentunya menjadi juara berhubungan dengan memperoleh banyak uang. Ini sebanding dengan investasi yang telah dilakukannya. Setelah memiliki portofolio pemain, maka pelatih dapat menerapkan strategi yang ingin diterapkannya. Setiap lawan dan kondisi yang dihadapi tentu memerlukan pendekatan strategi yang berbeda. Dalam setiap pertandingan pelatih memerlukan kiper, pemain belakang, pemain tengah dan pemain depan. Setidaknya kita sarikan beberapa strategi yang diterapkan pelatih dalam pertandingan:
-Strategi Normal: Strategi ini mengkombinasikan antara strategi bertahan dengan menyerang. Strategi bertahan dilakukan sambil menerapkan serangan balik ketika menemukan kesempatan. Umumnya strategi ini dilakukan oleh tim dengan materi pemain berkualitas biasa menghadapi tim dengan materi pemain berkualitas tinggi. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah 4-4-2.
-Strategi Bertahan: Strategi bertahan sering digunakan oleh klub yang sudah unggul jauh dari lawan atau untuk menghindari risiko kebobolan banyak gol. Biasanya pelatih akan menumpuk pemain belakang dan tengah di wilayah kotak pinalti sendiri. Banyak yang menyebut strategi ini sebagai strategi parkir bus. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah 5-4-1.
-Strategi Menyerang: Ada ungkapan bahwa pertahanan yang baik adalah dengan menyerang. Dengan melakukan penyerangan maka tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengancam pertahanan. Selain itu dengan menyerang memberikan probabilitas lebih tinggi untuk menghasilkan gol dibandingkan. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah 3-4-3.

Strategi Portofolio Investasi Saham
Dalam hal investasi saham, pemilik dan pelatih klub serupa dengan investor dan fund manager. Investor ingin agar investasinya terus bertumbuh, maka dari itu diperlukan seorang fund manager handal yang mengetahui strategi yang tepat dalam portofolionya. Tidak ada strategi yang one for all fitted karena setiap kondisi yang dihadapi tentu memerlukan strategi yang berbeda. Strategi ketika suku bunga rendah tentu berbeda dengan ketika suku bunga tinggi. Oleh karena fund manager memiliki peran yang signifikan dalam menentukan portofolio investasi maka fund manager memiliki tanggung jawab dalam keberhasilan dari portofolio yang dia kelola. Kita akan mencoba untuk menerapkan strategi pelatih sepakbola ke dalam portofolio saham yang akan dikelola. Beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu:
-Menentukan Kriteria Saham: Fund manager perlu menentukan saham-saham yang masuk dalam kriterianya. Kriteria yang dapat ditentukan adalah berapa lama saham perusahaan sudah tercatat di bursa, kinerja pertumbuhan saham, industri perusahaan, price earning ratio (PER), price book value (PBV), dll. Dengan kriteria tersebut fund manager membangun standar investasi yang berisikan daftar saham yang layak investasi atau biasa disebut investment universe. Investment universe mempermudah fund manager untuk mengganti saham-saham yang dianggap tidak perform dengan yang perform.
-Menentukan Karakter Beta Saham: Setelah memiliki daftar investment universe, fund manager dapat menentukan strategi yang akan dipilih. Seperti klub butuh pemain belakang, tengah dan depan maka karakter komposisi portofolio saham dapat terdiri dari saham karakter agresif, defensif dan moderat. Dalam hal ini kita mengukur karakter berdasarkan kepada beta sahamnya. Saham yang berkarakter defensif adalah variabel pergerakan lebih rendah dari kinerja pasar (indeks), karakter moderat adalah yang searah dengan kinerja pasar dan karakter agresif adalah berkinerja di atas kinerja pasar. Hal ini dapat menjadi kelebihan dan kekurangan dimana saham dengan beta lebih dari 1 akan menjadi maksimal ketika indeks sedang tren bullish namun menjadi kerugian ketika indeks tren bearish. Untuk mengetahui beta saham dapat dilakukan secara manual (Baca: Matematika: Suatu Keindahan Dalam Dunia Keuangan dan Investasi). Saat ini juga tersedia beta saham yang diberikan secara gratis di website PT Pefindo. (Untuk mendapatkannya di www.pefindo.com/index.php/pageman/page/beta-saham.html.  Pilih weekly>adjusted beta. Ingat untuk update beta anda).
-Menentukan Strategi Portofolio Saham: Setelah itu tentukan kriteria untuk strategi portofolio saham normal, bertahan dan menyerang. Ketika kita sudah memiliki strategi maka kita sudah siap dalam bertanding. Strategi bisa fleksibel tergantung pada kondisi yang dihadapi. Seperti ungkapan mengatakan bahwa sesuatu yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam suatu kondisi maka akan lebih mampu bertahan.

Contoh: Thomas adalah seorang fund manager yang dipercaya mengelola dana keluarga sebesar Rp.100 juta untuk diinvestasikan ke dalam portofolio saham. Thomas menentukan preferensi sendiri atas kriteria, karakter beta dan strategi saham, yaitu
*Kriteria Saham:

  • Saham perusahaan sudah tercatat di bursa efek lebih dari 5 tahun 
  • Kinerja pertumbuhan EPS 5 tahun minimal 25% per tahun (CAGR) 
  • Jumlah saham beredar minimal 5 miliar lembar saham 
  • PER rata-rata 5 tahun kurang dari 20 
  • PBV rata-rata 5 tahun kurang dari 5 
*Karakter Beta Saham: 
  • Karakter defensif adalah saham dengan beta 0 s.d. 0,8 
  • Karakter moderat adalah saham dengan beta 0,9 s.d. 1,1 
  • Karakter agresif adalah saham dengan beta lebih dari 1,1 
*Strategi Portofolio Saham:
  • Strategi normal (4-4-2) terdiri dari 4 saham defensif (40%), 4 saham moderat (40%) dan  2 saham agresif (20%). 
  • Strategi bertahan (5-4-1) terdiri dari 5 saham defensif (50%), 4 saham moderat (40%) dan 1 saham agresif (10%). 
  • Strategi menyerang (3-4-3) terdiri dari 3 saham defensif (30%), 4 saham moderat (40%) dan 3 saham agresif (30%). 
Hasilnya Thomas mendapatkan 15 saham dengan kriteria terbaik 
yang diranking dari tertinggi hingga terendah dan dikelompokkan dalam beta:


Strategi portofolio saham yang dapat dimiliki Thomas jika dia 
memiliki 10 saham dalam portofolio dengan dana Rp.100 juta adalah:
1.Strategi Portofolio Normal

2.Strategi Portofolio Bertahan

3. Strategi Portofolio Menyerang


Kebetulan saat ini saya dan teman-teman kantor sedang mengikuti kompetisi menjadi manager liga Primer Inggris secara online. Setiap manager diberikan dana sebesar £.100 juta untuk dibelikan pemain yang berjumlah 15 orang (2 kiper, 5 pemain belakang, 5 pemain tengah dan 3 pemain depan). Harga setiap pemain berbeda-beda tergantung dengan keahliannya. Semakin ahli tentu harganya semakin mahal. Nah disinilah seorang manager dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam meramu portofolio pemain yang dipilihnya. Bila ke-15 pemain yang dipilih adalah pemain dengan keahlian tinggi, maka dana yang dimiliki tidak cukup. Setidaknya sang manager dapat membeli pemain dengan rata-rata harga £.6,67 juta (100/15). Setiap minggu pemain yang dimainkan di pertandingan nyata di Premier League akan mendapatkan poin sesuai dengan pertandingan yang telah dijalani. Pemain yang dapat melakukan tugas dengan baik mendapatkan nilai tinggi sedangkan yang tidak dapat melakukan tugas mendapatkan nilai rendah (bahkan bisa minus).

Catatan akhir, klub-klub di liga Primer Inggris beraroma kapitalis namun sepertinya hal ini berdampak negatif kepada tim nasional Inggris. Hal ini wajar karena klub-klub teratas di liga Primer Inggris rata-rata memiliki mayoritas pemain non Inggris. Mungkin inilah salah satu sisi negatif dari masuknya kapitalisme ke dalam industri sepakbola liga Inggris. Hal ini juga dapat terjadi dalam investasi portofolio saham yang memiliki risiko sangat besar dibandingkan investasi di obligasi. Namun demikian jika risiko atas portofolio telah terukur maka akan memitigasi besaran risiko yang dimiliki (#disclaimer on).

No comments:

Post a Comment