Situs ini memiliki 3 bagian:

May 20, 2018

Film Dokumenter Becoming Warren Buffett: Filosofi Investasi Mr. Buffett

Setelah selesai acara berbuka puasa, saya menonton film-film yang ada di TV berbayar. Perhatian saya lalu terpusat pada sebuah film dokumenter di saluran HBO ketika film tersebut menampilkan sosok Warren Buffett. Saya belum pernah menyaksikan film tersebut sebelumnya. Ternyata film berdurasi 90 menit yang dirilis pada bulan Januari 2017 ini berjudul: Becoming Warren Buffett. Film ini bercerita tentang kehidupan Mr. Buffett dan juga nasihatnya bagi orang lain. Setelah melihat film tersebut, saya semakin kagum atas kepribadian Mr. Buffett. Mr. Buffett adalah seorang yang sederhana, humoris, rendah hati, family man dan dermawan. Suatu kombinasi yang layak untuk ditiru oleh generasi muda saat ini. Namun ada satu hal menarik dalam suatu bagian di film tersebut dimana Mr. Buffett menyatakan dirinya adalah seorang agnostik.

blog saham, blog investasi, valuasi saham, investasi saham, reksa dana saham, investasi terbaik, reksa dana terbaik, ihsg, odith adikusuma, opra invest
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari film tersebut: 
-Hargai Diri Anda Lebih Lagi: Pada bagian awal film terdapat tayangan Mr. Buffett sedang berada di kelas bersama anak-anak SMA di Amerika Serikat. Kemudian dia memberikan analogi kepada anak-anak tentang satu kesempatan untuk memilih sebuah mobil apapun yang dapat mereka miliki. Karena hanya satu kesempatan maka mereka harus memanfaatkan pilihan itu dengan baik karena ini akan menjadi satu-satunya mobil yang akan dimiliki seumur hidup. Maka sebaiknya ketika kita memiliki mobil tersebut, mobil itu harus dirawat dengan baik. Ini merupakan analogi terhadap pikiran, jiwa dan tubuh kita yang juga harus kita “rawat” dengan baik karena kita hanya memiliki itu semua sekali sampai kematian

-Teguhkan Sesuatu Yang Anda Percaya: Mr. Buffett memiliki investasi besar yang bahkan tersebar ke seluruh dunia. Melalui Berkshire Hathaway (BH), setidaknya Mr. Buffett memiliki investasi pada lebih 70 negara di luar Amerika Serikat. Mr. Buffett tidak akan investasi di suatu perusahaan yang tidak dia percayai. Perusahaan tersebut harus melalui proses penelitian dan evaluasi yang dilakukan oleh Mr. Buffett. Sangat penting agar perusahaan tersebut dapat melalui proses ini sehingga menjadi perusahaan yang layak dipercayai. Meskipun di bagian lain ada pihak yang meragukan keputusan anda, namun teguhkan pilihan yang sudah anda percaya.-Jangan Menyerah Untuk Terus Mencoba: Selain rendah hati, sederhana dan dermawan, Mr. Buffett dikenal juga sebagai orang yang pintar karena mempunyai kemampuan mengingat dan berhitung yang baik. Walaupun begitu ternyata dia pernah ditolak masuk kuliah di Harvard University, hal ini pun sempat membuatnya kecewa. Namun dia tidak menyerah, Mr. Buffet menghubungi Benjamin Graham, pengajar kelas investasi di Columbia University, menyatakan keinginannya untuk belajar bersama dia. Columbia University termasuk universitas terbaik di dunia. Graham pun menerima Mr. Buffett bahkan dia memberikan nilai terbaik pada mata kuliah investasi. Dalam satu momen, Mr. Buffett mengatakan: “Tidak diterima di Harvard University adalah salah satu kejadian terbaik yang pernah terjadi kepada saya.” Hidup kita tidak lantas berakhir ketika apa yang kita harapkan tidak terjadi, hidup kita berakhir ketika kita berhenti berharap.

-Pentingnya Berkomunikasi: Dibalik kepribadiannya yang hangat, Mr. Buffett dulu adalah seorang pemalu dan tertutup. Dia seringkali merasa ketakutan dan muntah-muntah ketika harus berbicara di depan publik. Mr. Buffett menyadari bahwa dia harus memperbaiki kemampuan berkomunikasi dan public speaking karena komunikasi adalah kunci penting dalam menjalin hubungan dengan orang. Untuk itu dia mengambil speaking course di Dale Carnegie. Dia mendapatkan benefit dari kursus tersebut dan mengatakan bahwa kursus tersebut adalah pendidikan terpenting yang dia miliki. Bahkan Mr. Buffett menggantung sertifikat kursus tersebut di tembok kantornya.

-Dukungan Keluarga: Mr. Buffett menikah dengan Susan Thompson tahun 1952 sampai kepada kematian istrinya di tahun 2004. Dari pernikahan tersebut lahirlah 3 anak Mr. Buffett yaitu: Susan, Howard dan Peter. Mr. Buffett sangat mengasihi dan bertanggung jawab kepada keluarganya. Dia begitu dekat dengan istri dan anak-anaknya, begitu juga sebaliknya. Dalam film tersebut istri dan anak-anaknya diwawancarai, semua menyatakan rasa hormat dan kagum terhadap Mr. Buffett. Mr. Buffett bukanlah orang yang sempurna tapi dia adalah yang terbaik bagi keluarganya. Perlu untuk diketahui bahwa anak-anak Mr. Buffett tidak akan mewarisi sebagian besar dari hartanya. Mr. Buffett sudah komitmen untuk mendonasikan sebagian besar hartanya untuk kemanusiaan. Walaupun demikian anak-anak Mr. Buffett mempunyai tugas untuk memonitor proyek-proyek kemanusiaan masing-masing.

-Lingkaran Kompetensi: Mr. Buffett sangat mengetahui hal yang menjadi kompetensinya. Untuk itu dia tidak mau melakukan investasi di bidang yang bukan menjadi kompetensinya. Ada satu buku yang dia sukai: Science of Hitting karya dari Ted Williams. Salah satu bab buku ini berbicara tentang olahraga baseball dengan figur yang memiliki beberapa lingkaran berwarna yang berbeda. Seorang pemukul baseball akan memperoleh sukses dalam memukul ketika berada di lingkaran merah. Dan menurut Mr. Buffett itu adalah lingkaran kompetensi. Baginya setiap kesempatan yang ada dalam lingkaran kompetesi memiliki kesempatan yang lebih besar daripada yang di luar lingkaran.

-Kemampuan Mengkontrol Emosi: Mr. Buffett adalah orang yang mempunyai kemampuan mengkontrol emosi investasi di atas rata-rata, tetap tenang ketika pasar bullish atau bearish. Pasar memiliki dinamika yang fluktuatif, jika kita tidak mampu mengkontrol emosi maka kita akan dibawa oleh pasar terombang-ambing dalam situasi pasar yang destruktif daripada konstruktif. Banyak contoh orang baru mulai investasi merasakan keberhasilan sedikit lalu menambah porsi investasi, bahkan mungkin dengan menggunakan utang dengan harapan dapat memperoleh hasil investasi lebih besar lagi. Namun sayangnya banyak orang yang gagal sehingga akhirnya kecewa.

-Rekan Yang Tepat: Mr. Buffett mengakui bahwa kesuksesannya tidaklah dia raih seorang diri. Dia dibantu oleh seorang rekan yang sekaligus sahabatnya. Namanya adalah Charlie Munger. Walaupun mereka adalah sahabat tidak berarti mereka memiliki cara pandang yang sama dalam melihat kesempatan. Dan inilah kekuatan mereka karena dapat saling melengkapi. Mereka dapat tidak setuju atas pendapat masing-masing namun pada akhirnya mereka akan saling mendukung satu sama lain. Selain Charlie Munger, Mr. Buffett juga menunjuk kepada Susan Thompson, istrinya, sebagai rekan paling spesial.

-Menjaga Integritas: Mr. Buffett menyadari bahwa menjaga integritas adalah hal terpenting dalam bisnis yang dia jalankan. Integritas diperlukan karena dia mau berada di bisnis ini selamanya. Hal ini melibatkan juga bagaimana memperlakukan orang lain, jika tidak mau disakiti maka jangan menyakiti orang lain. Suatu hal positif perlu dibangun untuk melihat bahwa manusia pada dasarnya adalah baik. Integritas akan melibatkan reputasi yang kuat di mata orang lain.

-Tetap Sederhana dan Mudah: Jika anda berkunjung ke kantor BH di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat anda akan menemukan bahwa mereka hanya memiliki 25 orang yang bekerja di sana. Padahal BH adalah salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Sebagai holding company, asset dari BH lebih banyak berbentuk saham pada perusahaan riil.

-Jangan Pernah Berhenti Belajar: Mr. Buffett memiliki kebiasaan rutin membaca selama 5-6 jam per hari. Dia selalu haus untuk memperoleh berita dan ilmu dengan membaca koran/buku. Salah satu buku investasi yang dia sukai adalah The Intelligent Investor karya Benjamin Graham. Terkadang apa yang kita peroleh dari suatu buku adalah suatu proses akumulasi dari ribuan jam serta tahunan ilmu dan pengalaman milik orang lain. Cara untuk mempelajarinya adalah dengan menerapkannya pada diri sendiri namun cara terbaik untuk mendapatkannya adalah belajar dari orang lain.

-Perlunya Berpikir: Mr. Buffett mengatakan bahwa berpikir bukanlah hal yang tidak produktif kadang setiap keputusan bisnis yang dibuatnya adalah suatu hasil dari proses berpikir yang panjang. Dengan berpikir orang dapat menyusun strategi yang diperlukan, terkadang yang diperlukan tidak hanya 1 strategi namun lebih. Dengan demikian dia menjadi well-prepared terhadap situasi apapun.

-Memberi: Sepanjang sejarah filantropi, apa yang dilakukan Mr. Buffett dengan memberikan sebagian besar asetnya akan tercatat sebagai salah satu pemberian bernilai terbesar yang pernah terjadi. Mr. Buffett terinspirasi dari istrinya untuk membantu orang lain. Ini dapat menjelaskan bahwa Mr. Buffett senang menjadi kaya, namun itu bukanlah tujuan utamanya. Dia lebih menikmati proses dalam memperoleh uang daripada memiliki uang itu sendiri.

-Fokus: Suatu waktu Mr. Buffett dan Bill Gates (Microsoft) makan malam bersama di rumah Bill Gates. Pada kesempatan itu ayah Bill Gates meminta mereka untuk menuliskan di secarik kertas, kata yang dapat menjelaskan kesuksesan mereka. Dan ternyata mereka berdua sama-sama menuliskan kata yang sama: Fokus. Dengan menjadi fokus maka kita akan lebih maksimal dalam mengerjakan sesuatu.

-Berani Mengambil Tanggung Jawab: Dalam suatu waktu Mr. Buffett dihadapkan kepada kasus yang melibatkan Salomon Brothers Inc. Saat itu Mr. Buffett mengambil tanggung jawab dengan menjadi chairman. Sebenarnya Mr. Buffett tidak harus melakukan itu karena bukan dia penyebabnya namun dia merasa harus turun tangan karena ingin menyelesaikan masalah di Salomon Brothers Inc.

Ini adalah beberapa filosofi yang dapat kita pelajari dari film tersebut. Mr. Buffett selalu dapat menarik perhatian orang banyak dengan kepribadiannya. Bahkan ekstremnya dengan ketidakwajaran. Selama ini kita mempunyai standar dalam mengukur bagaimana perilaku orang yang memiliki banyak uang, namun Mr. Buffett dapat memberikan teladan bahwa uang bukanlah tujuan utama. Jika anda adalah orang yang mengagumi Warren Buffett, ada baiknya untuk menonton film tersebut. Cerita serupa dapat anda baca di Warren Buffett dan Prinsip MENTAL.

2 comments:

Made said...

Terima kasih sharing nya Mas Odith. Sangat menginspirasi.

Opra Invest said...

Terima kasih pak Made