Situs ini memiliki 3 bagian:

July 31, 2018

Dividen Saham: Investor Dividen (2)

Smart investor, apakah dividen dapat menjadi sumber penghasilan bagi seorang investor? Sebelum menjawabnya perlu diketahui bahwa dividen adalah bentuk apresiasi dari perseroan kepada pemegang saham mereka. Seorang investor mendapatkan dividen berdasarkan jumlah saham yang dimiliki sehingga semakin besar jumlah saham investor maka semakin besar pula dividen yang diterima. Dalam prakteknya pemberian dividen ada 2 cara yaitu: dividen tunai dan dividen saham, namun kita akan membahas dividen tunai saja.

Dalam suatu kesempatan salah satu investor retail Indonesia, Lo Kheng Hong (LKH), ditanya berapa besar dividen yang dia terima setiap tahun. Tanpa menyebut angka pasti LKH menyebut dividen yang dia terima cukup untuk menghidupi dia dan keluarganya untuk beberapa tahun ke depan. Saya mencoba menterjemahkannya bahwa LKH sedang mengatakan bahwa dividen yang dia terima cukup besar sehingga dapat menghidupi keluarganya untuk beberapa tahun ke depan. Sebagai gambaran, di tahun 2018 salah satu investasinya di Petrosea Tbk. (PTRO) setidaknya telah memberikan LKH dividen sebesar Rp7 miliar. Nah masih membahas tentang dividen, tulisan ini masih berhubungan dengan tulisan sebelumnya Laba Perusahaan Yang Dibagikan: Dividen (1).

Dari cerita di atas sekarang kita dapat menjawab bahwa dividen dapat menjadi sumber penghasilan utama bagi investor. Namun tentunya untuk menjadi investor seperti itu ada proses yang harus dilalui, proses tersebut tidak mudah tapi jika smart investor dapat melalui tahapan dengan baik dan benar maka saya yakin anda dapat seperti LKH atau bahkan Mr. Buffett. Ketika kita membeli saham suatu perseroan, kita menjadi pemilik dari perseroan tersebut serta berhak atas sebagian laba yang dihasilkan. Besarnya dividen yang dibagikan bergantung juga kepada besaran laba yang diperoleh oleh perusahaan. Ketika laba perusahaan tidak dibagikan sebagai dividen maka laba menjadi laba ditahan. 

Dalam mengukur dividen, ada 2 rasio yang digunakan, yaitu: 
  • Dividen payout ratio: rasio antara dividen dengan laba perusahaan 
  • Dividen yield ratio: rasio antara dividen per saham dengan harga saham saat cum date

Contoh 1: Tahun 2018, PT ABCD berencana membagikan laba setelah pajak tahun buku 2017 sebagai dividen sebesar Rp2 miliar. Ketentuan PT ABCD adalah dividen payout sebesar 20% maka dividen yang dibagikan kepada investor sebesar Rp400 juta sedangkan sisanya Rp1,6 miliar (80%) sebagai laba ditahan. Jika PT ABCD memiliki 10 juta lembar saham beredar maka dividen sebesar Rp40 per lembar. 
Contoh 2: Hario membeli saham PT ABCD pada harga Rp700 sebanyak 1 juta lembar maka dividen yield Hario sebesar 5,71% (Rp40 / Rp700) dengan jumlah dividen yang diperoleh Hario sebesar Rp40 juta. 

Beberapa perseroan ada yang menetapkan untuk membagikan dividen setiap tahun dengan besaran dividen payout yang sudah diatur sebelumnya, kebijakan dari dewan direksi terkait hal tersebut disebut sebagai dividen policy akan tetapi ada juga perseroan yang tidak memiliki aturan khusus terkait dividennya. Menurut saya, rasio dividen payout yang ideal untuk perseroan berkisar antara 20%-40%, tentu ini bukanlah ukuran wajib karena pada beberapa perseroan ada yang memberikan dividen payout lebih dari 50% bahkan 100% dari laba bersihnya. Perseroan yang mampu memberikan dividen payout besar umumnya sudah berada dalam tahapan mapan dan tidak memiliki banyak utang. Di sisi lain untuk rasio dividend yield ratio yang ideal adalah plus/minus 1% dari risk free rate (rata-rata deposito 3 bulan).

Nah buat anda yang ingin mendapatkan penghasilan dari dividen maka anda harus mencari saham dividen. Kategori saham dividen adalah saham yang memberikan dividen yield diatas risk free rate secara rutin, artinya perseroan konsisten dan persisten atas pemberian dividen. Pada prakteknya perseroan telah melakukan kalkulasi sehingga besaran dividen payout dan dividen yield berada dalam keseimbangan, sehingga tidak mungkin perseroan asal saja dalam menetapkan dividen payout dan dividen yield. Misalkan terdapat perseroan memberikan dividen payout 80% dari laba bersihnya namun dividen yield kurang dari plus minus 1% risk free rate jika ini terjadi artinya harga sahamnya tinggi atau dapat juga jumlah saham beredarnya besar sehingga dividen per sahamnya rendah. 

Contoh 3: PT BCDE yang memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar berencana membagikan 80% dari labanya sebagai dividen. Perseroan memiliki 10 juta lembar saham dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp1,6 miliar dengan dividen sebesar Rp160 per lembar.
Contoh 4: Serupa dengan PT BCDE, PT CDEF memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar berencana membagikan 80% dari labanya sebagai dividen namun perseroan memiliki 20 juta lembar saham. Dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp1,6 miliar dengan dividen sebesar Rp80 per lembar. 
Contoh 5: Serupa dengan PT BCDE, PT DEFG memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar berencana membagikan 80% dari labanya sebagai dividen. Perseroan memiliki 10 juta lembar saham dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp1,6 miliar dengan dividen sebesar Rp160 per lembar namun harganya Rp7.000 per lembar. 
blog saham, blog investasi, valuasi saham, investasi saham, reksa dana saham, investasi terbaik, reksa dana terbaik, ihsg, odith adikusuma, opra invest
Simulasi Contoh 3, 4 dan 5

Sebaliknya perseroan tersebut memberikan dividen payout 10% dari laba bersihnya namun dividen yield lebih dari 2% dari risk free rate jika ini terjadi maka harga sahamnya rendah atau dapat juga jumlah saham beredarnya sedikit sehingga dividen per sahamnya tinggi. 

Contoh 6: PT EFGH memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar dan memiliki 10 juta lembar saham.serta berencana membagikan 10% dari labanya sebagai dividen. Dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp200 juta dengan dividen sebesar Rp20 per lembar. 
Contoh 7: Serupa dengan PT EFGH, PT FGHI memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar berencana membagikan 10% dari labanya sebagai dividen namun perseroan memiliki 5 juta lembar saham. Dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp200 juta dengan dividen sebesar Rp40 per lembar. 
Contoh 8: Serupa dengan PT EFGH, PT GHIF memiliki laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp2 miliar berencana membagikan 10% dari labanya sebagai dividen. Perseroan memiliki 10 juta lembar saham dengan demikian dividen saham yang dibagikan sebesar Rp200 juta dengan dividen sebesar Rp20 per lembar namun harganya Rp250 per lembar.
blog saham, blog investasi, valuasi saham, investasi saham, reksa dana saham, investasi terbaik, reksa dana terbaik, ihsg, odith adikusuma, opra invest
Simulasi Contoh 6, 7 dan 8

Bagi anda yang mengejar dividen maka anda tinggal membeli sahamnya sampai dengan tanggal cum date lalu sekitar 2 minggu kemudian anda akan mendapatkan dana dividen ditransfer ke rekening dana investasi (RDI) anda. Enak sekali, tapi ingat dana yang diterima akan dikenakan pajak dividen sebesar 10%. Nah hal ini harus dipertimbangkan kembali, karena jika anda hanya memperhitungkan dividen yield yang di atas risk free rate tapi tidak memperhitungkan pajak dividen maka percuma saja. Sebagai smart investor kita harus mengkalkulasi, katakanlah investor dividen minimal setara dengan risk free rate. Saat itu risk free rate sebesar 5%, maka anda memperhitungkan pajak dividen 10% sehingga minimal dividen yield yang dicari adalah: 
Minimal dividen yield = (5% x (1+10%)) + (5% x 10%) = 6% 

Beberapa investor kelas dunia tidak begitu menyukai pembagian dividen untuk perusahaan yang masih bertumbuh karena bagi mereka adalah pemborosan dan memberatkan perseroan. Salah satu investor yang kurang begitu menyukai dividen adalah Mr. Buffett. Dalam menjalankan Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, hampir tidak pernah dia membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya namun lihatlah berapa harga saham Berkshire Hathaway saat ini, $303.400 per lembar. Ini menjadi pembelajaran bahwa dividen bukanlah segala-galanya ketika investasi saham. Ketika perseroan sedang bertumbuh lalu dipaksa harus membagikan dividen maka akan menjadi beban tetapi situasi akan berbeda ketika perseroan sudah berada pada taraf mapan dimana perseroan tidak perlu memusingkan masalah riset dan marketing maka dapat membagikan dividen.

Beberapa perseroan yang memberikan dividen payout/dividen yield tinggi di Indonesia adalah: PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). Ketiga saham perseroan tersebut sudah berada pada tahapan mapan walaupun tidak semua memiliki utang yang kecil, saat ini posisi DER INDF: 0,88, ITMG: 0,42 dan UNVR: 2,65. Melihat ini tentunya ITMG adalah pilihan dari banyak investor yang mengejar dividen.
blog saham, blog investasi, valuasi saham, investasi saham, reksa dana saham, investasi terbaik, reksa dana terbaik, ihsg, odith adikusuma, opra invest
Dividen ITMG

Jika anda mencari saham-saham seperti INDF, ITMG dan UNVR maka jumlah saham seperti itu tidak banyak. Selain itu jika anda membeli saham-saham tersebut pada hari ini maka anda membeli di harga premium alias kemahalan, oleh karenanya anda harus menunggu saat yang tepat jika mau masuk membeli saham-saham itu, entah ketika terjadi krisis ataupun sentimen negatif terhadap perseroannya. Kita dapat meniru Mr. Buffett yang membeli saham Coca Cola di akhir tahun 1980. Coca Cola memiliki sejarah panjang dan merk yang kuat di masyarakat sehingga Mr. Buffett yakin akan saham Coca Cola. Selain itu Coca Cola sudah menjadi perusahaan mapan yang memberikan dividen payout berkisar 30%-50% setiap tahun. Secara rata-rata, Mr Buffett membeli saham Coca Cola seharga $43,81 dengan rata-rata harga pasar $47 pada akhir tahun 1980an. Nah menariknya Mr. Buffett mulai mengakumulasi saham Coca Cola setelah krisis pasar modal tahun 1987, dikenal dengan nama Black Monday, dimana DJIA turun sebesar 22% dalam sehari. Di sini kita belajar dari Mr. Buffett untuk memanfaatkan krisis menjadi kesempatan, dengan demikian krisis pasar modal tidak selalu buruk bagi smart investor kan. Ayo apakah anda siap menjadi pemburu saham dividen?? (#disclaimer on) 

1 comment:

Anonymous said...

pak bisa dibahas dividen UNVR?