February 5, 2019

Film Orang Kaya Baru: Duit Kalau Sedikit Cukup Kalau Banyak Tidak Cukup (Hidup Sederhana)

Smart investor, beberapa waktu lalu saya menonton film karya anak bangsa yang patut dibanggakan berjudul “Orang Kaya Baru” di sinema layar lebar. Walaupun saya menyukai menonton film namun tidak semua film akan saya tonton, biasanya sebelum menonton saya akan melakukan “riset” kecil-kecilan untuk mengetahui cerita dan respon dari masyarakat yang telah menonton. Bagi saya menonton tidak hanya sekedar hiburan tapi juga menjadi sarana pendidikan sehingga penting untuk mengetahui pesan tersurat dan tersirat dalam suatu film.


Genre film ini adalah film keluarga yang dikemas dalam bentuk komedi ringan dan spontan namun sarat dengan nilai dimana faktor-faktor yang tidak masuk akal terasa menjadi wajar. Orang Kaya Baru bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang terdiri dari ayah, ibu dan 3 anaknya. Hikmat Wardana (diperankan oleh Lukman Sardi) adalah ayah yang mengaku bekerja sebagai pegawai bengkel kepada keluarganya. Dia digambarkan sebagai seorang yang bijaksana, humoris dan dihormati oleh istri dan anak-anaknya. Berperan sebagai istrinya adalah Cut Mini, seorang ibu rumah tangga yang turut bekerja untuk membantu perekonomian keluarga dengan berjualan. Anak pertama bernama Duta (Derby Romero) sebagai pemuda yang sedang meniti karir menjadi sutradara teater. Lalu anak kedua adalah Tika (Raline Shah) seorang mahasiswi pintar yang sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri bersama kelompoknya. Kemudian anak terakhir Dodi (Fatih Unru) adalah seorang siswa SMP yang sering di bully oleh teman-temannya yang kaya karena memakai pakaian dan sepatu rusak.

Sang ayah sebagai kepala keluarga mengajarkan kepada keluarganya bahwa faktor yang terpenting dalam hidup adalah keluarga dan sahabat. Dia selalu mengajak keluarganya untuk makan bersama tidak hanya sebagai sarana untuk mengisi perut tapi juga berkomunikasi dan berdiskusi. Setiap isu yang dimiliki oleh masing-masing anggota keluarga sedapat mungkin dibicarakan bersama di meja makan. Walaupun kelihatannya anak-anaknya bosan dengan kondisi ekonomi mereka, sang ayah mendidik pengajaran sangat penting: “Duit kalau sedikit cukup namun kalau banyak menjadi tidak cukup!!”

Cerita kehidupan mereka berubah drastis ketika sang ayah tiba-tiba meninggal. Keluarga mereka panik karena sang ayah tidak meninggalkan uang pensiun bagi mereka sehingga mereka berencana menjual rumah untuk meneruskan hidup. Tidak begitu lama setelah ayah dikuburkan, mereka kedatangan orang-orang dari kantor pengacara sang ayah yang membawa video rekaman dan wasiat. Ternyata sang ayah bukanlah pegawai bengkel dan dia memiliki banyak uang untuk diwariskan. Nah di sini cerita mulai menjadi menarik, istri dan anak-anak yang tidak pernah memiliki uang banyak tiba-tiba mendapatkan uang warisan tahap awal sebesar Rp500 juta dan akan dicairkan uang tahap selanjutnya jika uang tersebut habis. Mendapatkan banyak uang mereka seakan gelap mata dendam atas kemiskinan yang dialami selama ini. Mereka sepakat untuk segera menghabiskan uang Rp500 juta itu agar uang tahap selanjutnya dapat dicairkan. Uang tahap kedua pun cair dan jumlahnya 30 kali lebih banyak. Mereka pun membeli lebih banyak barang bahkan sampai barang-barang mahal yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Namun sang ayah tampaknya sudah dapat membaca ketika dia masih hidup bahwa keluarganya akan mengalami semacam wealth shock dimana uang warisan tersebut bukannya memberikan manfaat positif tapi negatif. Terbukti setiap anggota keluarga mulai sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga kebiasaan kumpul makan bersama menjadi sirna. Untuk itu sang ayah mengantisipasi dengan membuat sebuah skenario bahwa uang warisan merupakan uang sengketa keluarga.

Singkat cerita mereka harus mengembalikan semua uang tersebut kepada keluarga sang ayah. Semua pun akhirnya tersadar bahwa selama ini uang telah mengacaukan kehidupan mereka dan komit untuk kembali hidup sederhana. Ketika mereka telah hidup sederhana, pengacara ayah datang membawa video terakhir sang ayah. Di video itu secara tersirat si ayah meminta maaf telah membuat hidup mereka menjadi susah kembali namun ini bertujuan untuk mendidik mereka saja. Uang warisan masih tersedia untuk mereka semua.

Harus saya akui bahwa Joko Anwar (penulis skenario) dan Ody C Harahap (sutradara) mampu menjalin kerjasama apik sehingga tercipta chemistry yang begitu kuat, segar dan enak dilihat. Selain mereka yang patut juga diacungi jempol adalah peran dari Cut Mini dan Fatih Unru yang dapat memberikan nyawa dalam karakter yang mereka mainkan. Dapat saya katakan bahwa film ini adalah salah satu film keluarga terbaik yang layak untuk ditonton. Film ini mengajarkan bahwa hidup ini dinamis adakalanya kita berlebihan tapi dapat juga berkekurangan, oleh karena itu penting memiliki karakter yang kuat dalam menjalani hidup. Walaupun film ini tidak secara tersurat membahas tentang keuangan namun mengajarkan pentingnya melek keuangan. Bagi kita yang telah berkeluarga tentu memahami bahwa faktor keuangan adalah hal yang sensitif, keluarga dapat bertengkar karena masalah keuangan. Pendidikan keuangan dalam keluarga menjadi faktor penting.

Menurut saya ada beberapa nilai dalam film ini yang patut kita pegang adalah:
-Hidup Sederhana
Di tengah dunia yang marak dengan hedonisme dan aksi pamer, nilai kesederhanaan perlu kita terapkan sejak dini. Tanpa sadar kita terbiasa dengan gaya hidup mewah dan boros. Media visual pun seakan mendukung dengan menampilkan di ruang publik cerita tentang orang kaya yang mudah untuk menghabiskan uangnya. Hidup sederhana sebenarnya mendidik kita untuk dapat melakukan kontrol diri karena kita hidup bukan untuk saat ini saja namun juga ke depan. Saya sangat kagum dengan beberapa orang-orang super kaya namun penampilannya sangat sederhana dan bersahaja. Untuk orang-orang dari luar negeri, beberapa contoh seperti: Warren Buffett (investor saham), Mark Zuckerberg (pemilik Facebook) dan Bill Gates (pemilik Microsoft) sedangkan dari dalam negeri seperti: Robert Budi Hartono (pemilik Djarum Group) dan Bob Sadino (pemilik Kemchick). Lalu batasan hidup sederhana itu seperti apa?? Sederhana itu tidak dapat diukur karena berbeda-beda bagi setiap orang. Namun ukuran sederhana yang tampaknya universal adalah jika kita dapat hidup dibawah level kemampuan kita. Contoh jika kita memiliki kemampuan untuk membeli sepeda tapi kita tidak menggunakan kemampuan itu untuk membeli sepeda namun tetap berjalan kaki sebagai sarana transportasi. Setelah kondisi ekonomi lebih baik, kita memiliki kemampuan untuk membeli motor namun kembali kita tidak menggunakan kemampuan kita untuk membeli motor melainkan membeli sepeda. Selanjutnya kondisi ekonomi lebih baik lagi sehingga memiliki kemampuan untuk membeli mobil namun kita tidak membeli mobil malahan kita membeli motor. Tentu setelah kita hidup sederhana kita akan memiliki beberapa uang yang dapat disimpan. Uang yang disimpan ini menjadi pembuktian dari kerja keras kita. Saya sangat setuju dengan quote yang mengatakan: “Kaya tidak diukur dari berapa banyak uang yang dapat dihabiskan namun berapa yang dapat disimpan.”

-Sifat Keteladanan
Sang ayah memberi teladan yang baik dan benar kepada keluarganya bahwa semakin banyak uang semakin tinggi gaya hidup sehingga masalah akan menjadi lebih besar. Mike Tyson (petinju) dan Nicholas Cage (aktor) adalah beberapa contoh tokoh yang sangat dikenal di bidangnya masing-masing, sayangnya mereka menjadi orang yang lupa menginjak tanah ketika mereka memperoleh ketenaran dan kekayaan yang besar lalu hidup mewah cenderung boros dan tidak sadar bahwa akan ada masanya uang mereka habis. Mereka pun dinyatakan bangkrut karena memiliki utang untuk memenuhi gaya hidup mereka yang lebih besar dari aset mereka. Nilai keteladanan mendorong kita untuk memiliki role model dan sebaiknya role model kita peroleh dari seseorang yang kita kenal dekat. Untuk itu peran dari orang tua sangat signifikan dalam mendidik anak-anaknya untuk hidup sederhana.

-Memberikan Terbaik
Di film Orang Kaya Baru, sang ayah punya kebiasaan untuk memakan kepala ikan dan membiarkan anak-anaknya untuk memakan badan ikan. Si ayah mengalah agar anak-anaknya dapat merasakan hal yang lebih baik dari ayahnya. Diceritakan dalam film ini walaupun kondisi perekonomian keluarga sulit namun sang ayah tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya dengan pendidikan di sekolah yang bermutu. Orang tua pun bekerja keras agar dapat membiayai pendidikan anaknya yang mahal. Tentu setiap orang tua ingin memiliki anak yang membanggakan bahkan dapat melebihi orang tuanya maka dari itu perlu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Memberikan yang terbaik tidak selalu harus dikaitkan dengan materi, salah satu contoh di Semarang ada ayah yang bekerja sebagai seorang tukang becak namun dapat mendorong anaknya hingga selesai pendidikan tinggi bahkan anaknya karena memiliki prestasi dapat memperoleh beasiswa belajar ke luar negeri. Seorang anak akan melihat dan mencontoh perilaku orang tua, jika orang tua adalah seorang pekerja keras dan rela melakukan apa saja untuk masa depan anaknya maka mereka tentu akan lebih menghargai.

Setelah melihat film ini dapat saya katakan saya begitu terinsipirasi untuk memiliki gaya hidup seperti si ayah. Orang lain tidak perlu mengetahui kekayaan yang kita miliki dan kita tidak perlu juga menampilkan kekayaan kita di area publik, kekayaan cukup menjadi domain privasi saja. Tidak perlu merasa minder jika tidak punya sebaliknya tidak juga perlu merasa jumawa jika berlebih karena segala sesuatu ada sebab akibatnya. Bahkan menurut prinsip yang saya percayai adalah semakin banyak kita diberi maka semakin banyak kita dituntut daripadanya.

Sekali lagi saya memberikan rekomendasi tinggi kepada anda dapat menyaksikan film Orang Kaya Baru yang saat ini sedang main di sinema Indonesia. Saya tidak mendapatkan benefit dari sponsor untuk merekomendasikan anda menonton film ini, yang saya harapkan semoga anda mendapatkan inspirasi juga.

4 comments:

Anonymous said...

Thanks for some other informative site. The place else may just
I get that kind of information written in such an ideal method?
I've a venture that I am simply now running on, and I have been on the glance
out for such info.

Anonymous said...

I love your blog.. very nice colors & theme. Did you
create this website yourself or did you hire someone to do it for you?
Plz answer back as I'm looking to design my own blog and
would like to find out where u got this from. cheers

Anonymous said...

For latest news you have to visit world-wide-web
and on world-wide-web I found this web site as a
most excellent site for hottest updates.

Odith P Adikusuma said...

I did this by my own. Thank you